Jateng

Bus Trans Jateng Jadi Pendapatan Terbesar Dishub, Koridor Semarang–Bawen Bakal Diremajakan 2027

×

Bus Trans Jateng Jadi Pendapatan Terbesar Dishub, Koridor Semarang–Bawen Bakal Diremajakan 2027

Sebarkan artikel ini
Bus Trans Jateng
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, saat dijumpai di Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Selasa, 6 Januari 2026 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah mencatat bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng menjadi penyumbang pendapatan terbesar sepanjang 2025. Dari seluruh koridor yang beroperasi, trayek Semarang–Bawen tercatat sebagai penyumbang pendapatan paling besar.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut koridor Semarang–Bawen merupakan trayek awal pengembangan Trans Jateng yang hingga kini masih memiliki tingkat okupansi tinggi.

“Kontribusi paling besar itu Semarang-Bawen. Itu trayek tradisional, trayek yang memang dari awal kami kembangkan dan jalurnya melewati kawasan industri dan sekolah, jadi cukup besar,” ujar Miko saat beritajateng.tv jumpai di Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 6 Januari 2026 sore.

Saat ini, kata Miko, koridor Semarang-Bawen dilayani sekitar 28 hingga 29 unit bus. Dari total keseluruhan armada Trans Jateng sebanyak 115 unit, mayoritas bus yang telah berusia di atas 10 tahun berada di koridor tersebut.

BACA JUGA: Ubah Pola Kelola Sampah, DLHK Jateng Gandeng Pabrik Semen Serap Sampah jadi Bahan Bakar

“Nanti yang pertama diremajakan ya Semarang-Bawen, karena yang usia di atas 10 tahun itu ada di situ,” katanya.

Miko memastikan Dinas Perhubungan belum merencanakan penambahan armada dalam waktu dekat. Namun, peremajaan bus Trans Jateng mulai direncanakan pada 2027.

“Penambahan armada sementara belum. Tapi rencana 2027 mulai ada peremajaan. Bulannya belum bisa memastikan karena tergantung mekanisme pengadaan dan kerja sama dengan konsorsium,” jelasnya.

Saat ini, kata Miko, Trans Jateng melayani tujuh koridor, yakni Semarang-Bawen, Semarang-Grobogan, Semarang-Kendal, Solo-Wonogiri, Solo–Sragen, serta Magelang-Purworejo.

Pendapatan Dinas Perhubungan Lampaui Target, Bus Trans Jateng Dominan dan Terima Solo Raya Paling Aktif

Arief mengungkap, pendapatan Dinas Perhubungan Jawa Tengah sepanjang 2025 melampaui target yang ditetapkan. Dari target sekitar Rp36 miliar, realisasi pendapatan mencapai 108 persen.

“Target kemarin kami lampaui 108 persen. Dari Rp39 miliar total pendapatan, Rp34 miliar itu berasal dari Trans Jateng,” ungkapnya.