“Doa ini juga penting sekali yang sebenarnya perilaku yang baik, pikiran-pikiran yang baik itu juga salah satu doa, doa yang nyata, yang bisa kita lakukan tidak hanya melalui pikiran tapi juga ucapan atau tindakan kita itu juga harus mempunyai ucapan, tindakan yang benar pula,” tuturnya.
BACA JUGA: Festival Waisak Anak 2026, Ajang Anak Buddhis Kembangkan Bakat dan Belajar Berbagi
Bhante Cattamano menilai, perdamaian dunia akan lebih mudah terwujud apabila setiap individu memiliki komitmen untuk menjaga perilaku dan perkataannya.
Dalam hematnya, ketenteraman tidak lahir dari sesuatu yang besar, melainkan berawal dari sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga kita betul-betul bisa mengondisikan ketenteraman, kedamaian dunia. Kalau umat manusia di dunia ini bertekad di dalam ԁirinya bagaimana menjaga ucapan yang baik, bagaimana mempunyai tindakan yang baik, itulah yang akan bisa mengondisikan kedamaian, ketenteraman itu bisa terwujud,” katanya.
Budaya Malu terhadap Kejahatan Perlu Dihidupkan Kembali
Selain menjaga pikiran dan tindakan, Bhante Cattamano juga menyoroti pentingnya menumbuhkan budaya malu terhadap perbuatan buruk maupun tindakan yang merugikan sesama.
Ia menuturkan, rasa malu ketika hendak melakukan kejahatan merupakan salah satu benteng moral yang dapat mencegah seseorang menyakiti orang lain.
“Dan satu lagi mempunyai budaya malu. Malu akan apa? Malu akan kejahatan, malu akan keburukan. Kita malu kalau kita melakukan perbuatan jahat, apakah menganiaya makhluk lain, menindas makhluk lain,” ujarnya.
BACA JUGA: Tak Sekadar Hari Raya Keagamaan, Waisak 2025 Bawa Berkah ke Sejumlah Wisata Jawa Tengah
Tidak hanya itu, Bhante Cattamano juga mengajak masyarakat memiliki rasa takut terhadap akibat dari perbuatan buruk yang ԁilakukan. Ia mengingatkan setiap tindakan pada akhirnya akan membawa konsekuensi, baik bagi pelaku maupun lingkungan sekitarnya.
“Takut terhadap apa? Takut akan akibat dari perbuatan jahat sendiri. Karena perbuatan jahat yang kita lakukan itu juga akan memberikan akibat yang tidak baik,” lanjut Bhante.





