Jateng

Tak Sekadar Hari Raya Keagamaan, Waisak 2025 Bawa Berkah ke Sejumlah Wisata Jawa Tengah

×

Tak Sekadar Hari Raya Keagamaan, Waisak 2025 Bawa Berkah ke Sejumlah Wisata Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Waisak Jawa Tengah
Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa, saat dijumpai langsung di kantornya, Jumat, 16 Mei 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Tak hanya event keagamaan, Hari Raya Trisuci Waisak sudah menjadi magnet wisata bagi Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, terjadi lonjakan kunjungan di Daya Tarik Wisata (DTW) Candi Borobudur, Kabupaten Magelang dan sekitarnya saat Waisak yang bertepatan dengan libur panjang akhir pekan pada 10-13 Mei 2025 lalu.

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah mengungkap jumlah kenaikan pengunjung di Candi Borobudur capai 20 persen saat Waisak 2025.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Endro Wicaksa, menyebut kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur juga berdampak ke DTW lainnya yang ada di sekitarnya, seperti Bukit Rhema hingga Ketep Pass.

BACA JUGA: Upah Sehari-hari Tak Tentu, Porter Stasiun Semarang Tawang Ketiban Rezeki saat Libur Panjang Waisak

Event Waisak itu kan awalnya sebagai perayaan umat Buddha, lalu bertransformasi lebih dari sekadar perayaan agama. Itu menjadi atraksi budaya, dan berdampak pada DTW yang luar biasa di Jateng. Saat Waisak kunjungan ke Candi Borobudur meningkat luar biasa, efeknya ke DTW sekitar Borobudur,” ungkap Endro saat beritajateng.tv jumpai langsung di kantornya, Jumat, 16 Mei 2025 sore.

Bahkan, tutur Endro, kunjungan ke Candi Borobudur yang melonjak saat Waisak juga berdampak ke Provinsi D.I. Yogyakarta yang menjadi tetangga Jawa Tengah.

“Sampai provinsi tetangga seperti Jogja pun mendapat limpahan wisatawan yang mengunjungi perayaan Waisak tersebut,” tuturnya.

90 ribu orang kunjungi Candi Borobudur, 12 persennya wisatawan asing

Endro menuturkan, kenaikan jumlah kunjungan di Candi Borobudur 10-20 persen itu secara otomatis akan mendongkrak persentase kunjungan wisatawan di Jawa Tengah pada Mei 2025.

Normalnya, kunjungan wisatawan pada bulan Mei berkisar di angka 6,5 juta hingga 6,8 juta pengunjung. Berkat Waisak yang bertepatan dengan libur panjang akhir pekan, Endro optimistis jumlah wisatawan di Jawa Tengah pada Mei 2025 bisa tembus 7 juta orang.

Bahkan, kata Endro, sekitar 10-12 persen kunjungan ke Candi Borobudur saat Waisak sekaligus libur panjang akhir pekan merupakan wisatawan mancanegara. Berdasarkan data yang ia peroleh dari InJourney, sekitar 90 ribu orang mengunjungi Candi Borobudur selama rentang waktu empat hari tersebut.

BACA JUGA: Libur Panjang Waisak 2025, Okupansi Hotel Swiss-Bel Semarang dan Solo Terisi 100 Persen

“Hampir sekitar 90 ribu orang ke Borobudur. Selain wisatawan banyak umat Buddha yang ibadah ke Borobudur sekaligus berwisata, 10-12 persennya perkiraan itu orang asing,” tutur Endro.

Lebih lanjut, Endro menyebut tak cuma Candi Borobudur yang mengalami peningkatan wisatawan saat libur panjang akhir pekan. DTW di Kota Solo dan kabupaten/kota lainnya juga ikut mengalami kenaikan, salah satunya Karimunjawa yang berlokasi di Jepara.

“Bahkan Karimunjawa biasanya weekend hanya dua kali trip. Kemarin selama liburan itu dari Sabtu, Minggu, Senin, Selasa sampai tiga kali trip. Itu pun masih banyak wisatawan di sana yang belum bisa pulang dan harus extend. Alhasil hotel, restoran, café, handicraft, meningkat penjualannya,” pungkas Endro. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp