SEMARANG, beritajateng.tv – Cuaca akhir tahun 2024 memang kurang bersahabat khususnya bagi para wisatawan yang ingin liburan. Tak heran apabila banyak yang memilih wisata indoor demi kenyaman mereka.
Kali ini beritajateng.tv akan bagikan beberapa kumpulan destinasi wisata indoor yang berlokasi di Semarang Jawa Tengah. Dengan begitu, informasi ini dapat kamu jadikan refrensi ketika ingin liburan meski sedang musim hujan.
Rekomendasi Wisata Indoor Semarang
Old City 3D Trick Art Museum
Museum seni ini terletak di kawasan Kota Lama Semarang, sekitar 50 meter dari Gereja Blenduk dan Taman Srigunting. Tempat wisata ini menyajikan 108 latar foto tiga dimensi yang terbagi dalam empat ruangan dengan tema yang beragam.
BACA JUGA: Prediksi Kunjungan 6,4 Juta Wisatawan, Disporapar Beberkan 9 Lokasi Wisata Primadona di Jawa Tengah
Tema-tema tersebut meliputi bangunan khas Semarang, budaya Semarang, tokoh nasional dan internasional, serta beberapa karakter dari film layar lebar.
Kelenteng Sam Poo Kong
Destinasi Kelenteng Sam Poo Kong melambangkan perpaduan budaya China dan adat Jawa. Kelenteng ini menjadi saksi sejarah perjalanan Laksamana Cheng Ho ketika pertama kali tiba di Pulau Jawa.
Terdiri dari beberapa bangunan dengan arsitektur khas China yang dominan dengan warna merah, pengunjung dapat menjelajahi setiap bangunan di kelenteng ini untuk lebih mengenal budaya China yang ada di Tanah Jawa.
Museum Kereta Api Ambarawa
Sesuai dengan namanya, tempat wisata ini menyajikan berbagai koleksi kereta uap, termasuk beberapa unit kereta uap kuno yang masih dapat pengunjung gunakan.
BACA JUGA: Destinasi Wisata Awanncosta Semarang, Tempat Nyore Terbaik dengan Pemandangan Tepi Pantai
Ketika menaiki kereta uap tersebut, pengunjung akan berkeliling area museum sambil menikmati pemandangan yang indah sepanjang perjalanan.
Selain merasakan sensasi naik kereta api kuno, wisatawan juga dapat mempelajari sejarah penting seputar transportasi saat berkunjung ke museum ini.
Lawang Sewu
Lawang Sewu berasal dari bahasa Jawa yang berarti “seribu pintu”, merujuk pada banyaknya pintu dan jendela di bangunan ini. Dulu, bangunan ini berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api swasta pada masa penjajahan Belanda.
Dengan luas sekitar 18.232 meter persegi, kompleks Lawang Sewu terdiri dari lima gedung yang dibangun secara bertahap antara tahun 1904 hingga 1918. (*)





