BLORA, beritajateng.tv – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya memberi manfaat bagi penerima layanan gizi. Namun juga dirasakan oleh sejumlah pedagang dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Blora.
Salah satunya adalah Badriatus Sholikah, pedagang buah pisang di Pasar Tradisional Kecamatan Ngawen.
Ia mengaku omzet penjualannya meningkat signifikan sejak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngawen 2 rutin membeli pisang dagangannya.
“Setiap hari Rabu dapur SPPG Ngawen 2 membeli sekitar 300 sisir pisang. Jumlahnya cukup besar,” ujar Badriatus.
BACA JUGA: Kekurangan SDM Guru, Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Singgung Upah Tenaga MBG Lebih Besar
Badriatus menjelaskan, harga pisang yang dijual bervariasi tergantung ukuran dan kualitas.
Meski harga pembelian dapur SPPG berbeda dengan harga pasar, ia memastikan dapur SPPG selalu meminta pisang dengan kualitas terbaik.
Menurutnya, sebelum adanya program MBG, dalam satu minggu ia hanya mampu menjual sekitar 100 sisir pisang. Namun kini, penjualannya melonjak tajam hingga mencapai 1.000 sisir per minggu.
“Program MBG ini sangat membantu pedagang kecil seperti saya, juga petani pisang,” katanya.
BACA JUGA: Sumber Air Belum Layak, Sejumlah Dapur MBG di Semarang Terkendala Raih Sertifikat SLHS
Tak hanya membeli di pasar, mitra dapur SPPG Ngawen 2 juga kerap datang langsung ke rumah Badriatus di Desa Semawur, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, untuk mengambil pasokan pisang.
Badriatus berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut karena terbukti memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat kecil, khususnya pedagang tradisional dan pelaku usaha lokal. (*)
Editor: Farah Nazila





