Kegiatan tersebut mulai dari workshop, penampilan seni pertunjukan, pemberian penghargaan, donasi bantuan, hingga perkumpulan seniman dengan kurator dan kolektor.
Selain ragam acara bersifat MICE, Krisna juga menyiapkan berbagai bentuk kolaborasi antar komunitas-komunitas yang ada di Semarang. Antara lain kegiatan meramu jamu, wiron kain batik, kolase perca kain batik, kreasi sarung dan ikat kepala Semarangan, dan sebagainya.
“Harapannya dengan pameran ini bisa terbentuk jejaring dalam berkomunitas semakin kuat, kita bisa saling support. Jadi dalam berkesenian dan berindustri kreatif kita bisa saling memberikan dampak yang positif,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





