SEMARANG, beritajateng.tv – Empat ribu pencari kerja memadati Job Fair Jateng 2026 yang digelar selama dua hari di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengatakan sekitar 1.500 hingga 2.000 pencari kerja diperkirakan datang langsung pada hari pertama.
Sementara berdasarkan pengalaman pelaksanaan job fair sebelumnya, jumlah pengunjung selama dua hari dapat mencapai sekitar 3.500 hingga 4.000 orang.
“Kalau yang secara online itu terdaftar sekitar lima ribu sampai enam ribu, maka sekitar 3,5 ribu sampai empat ribu yang hadir,” ujar Aziz saat beritajateng.tv jumpai usai pembukaan Job Fair Jateng 2026 di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Aziz mengatakan Job Fair Jateng merupakan agenda yang rutin berlangsung setiap tahun dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Meski pencarian lowongan kerja kini semakin mudah berlangsung secara daring, ia menilai job fair secara langsung masih pencari kerja minati.
BACA JUGA: Ada Loker Panen Sawit ke Kalimantan di Job Fair Jawa Tengah 2026, Perusahaan Cari Calon Pekerja yang Pasutri
Alasannya, kata Aziz, pencari kerja dapat bertemu langsung dengan perusahaan, menanyakan posisi yang tersedia, hingga menentukan lowongan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
“Yang job fair secara langsung ini ternyata masih banyak yang berminat. Karena dia akan lebih mantap untuk datang, terus bertanya, terus bisa memilih satu, dua, tiga perusahaan,” terang Aziz.
Dalam Job Fair Jateng 2026, terdapat sekitar 40 perusahaan yang mengikuti kegiatan secara langsung. Selain itu, terdapat pula perusahaan yang berbagi satu stan untuk membuka lowongan dari beberapa perusahaan.
Total lowongan yang tersedia dalam job fair tersebut mencapai 4.617 posisi. Sementara itu, lowongan kerja yang tersedia melalui sistem daring Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah mencapai sekitar 5.800 lowongan.
“Lowongannya ada 4.617 lowongan. Sementara yang terdaftar secara online ada 5.800,” jelas Aziz.
Pencari kerja yang telah mendaftar secara daring juga tetap dapat datang langsung ke lokasi job fair. Mereka bisa melihat perusahaan yang tersedia, mengakses informasi lowongan, hingga mengikuti proses pendaftaran dan wawancara.
“Yang daftar secara online itu ada yang hadir untuk expo ini, melihat, ada yang bisa mengakses untuk langsung daftar ke perusahaannya. Ada yang hari ini daftar, terus dia nanti wawancara juga ada,” katanya.
Lowongan Tak Hanya di Jateng, Ada Perusahaan yang Cari Pekerja untuk Kalimantan hingga Jepang
Aziz mengatakan lowongan yang ditawarkan dalam Job Fair Jateng 2026 berasal dari berbagai sektor.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah sebelumnya menerima minat dari lebih dari 50 perusahaan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun, perusahaan yang hadir kemudian dikurasi agar lowongan yang tersedia memiliki variasi sektor.
Mulai dari manufaktur, jasa, perhotelan, outsourcing hingga rumah sakit tersedia dalam job fair tersebut. Lowongan juga tidak hanya untuk pencari kerja yang ingin bekerja di Jawa Tengah.
Sejumlah perusahaan membuka kesempatan kerja di luar Jawa, termasuk untuk sektor perkebunan di Kalimantan dan Sumatera.
“Tadi ada perusahaan yang merekrut tenaga kerja untuk di sektor perkebunan di Kalimantan, di Sumatera,” kata Aziz.
Selain itu, terdapat pula perusahaan yang membuka kesempatan untuk bekerja maupun magang ke Jepang. Posisi yang ditawarkan beragam, termasuk pekerjaan di bidang keperawatan.
“Ada juga yang perusahaannya merekrut tenaga kerjanya untuk magang ke Jepang. Bisa pekerjaannya di berbagai macam sektor, termasuk untuk perawat. Ada juga yang menjadi PMI atau TKI,” ujarnya.
Menurut Aziz, keberagaman lowongan tersebut sengaja tersedia agar pencari kerja dapat memilih pekerjaan sesuai kompetensi dan minat masing-masing.
“Kita sediakan semuanya lengkap. Monggo silakan para pencari kerja untuk bisa datang, mengakses, melihat secara langsung, kalau cocok silakan daftar. Perusahaan perlu kandidat-kandidat yang kompeten dan punya keahlian,” katanya.
Selain job fair secara langsung, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah juga menyediakan akses pencarian kerja melalui platform AyoKerjo!. Berbeda dengan kegiatan expo yang hanya berlangsung selama dua hari, akses lowongan melalui platform tersebut dapat dilakukan setiap hari.
“Yang secara online melalui AyoKerjo! itu setiap hari kita berikan akses kepada teman-teman para pencari kerja maupun perusahaan yang akan memasukkan lowongannya. Tidak ada batasan waktunya, 24 jam bisa terakses,” jelas Aziz.
Serapan Tenaga Kerja Jateng Capai 240 Ribu hingga Semester I 2026
Pelaksanaan job fair menjadi salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan di tengah kondisi ketenagakerjaan Jawa Tengah.
Aziz menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah saat ini berada di kisaran 4 persen dan setara dengan sekitar 950 ribu orang. Namun, ia mengingatkan bahwa penghitungan TPT mulai dari penduduk usia 15 tahun.
“Harus diingat TPT itu dihitung mulai usia 15 tahun. Orang boleh bekerja usianya 18 tahun, berarti ada gap selama tiga tahun,” katanya.
Kendati begitu, tutur Aziz, penduduk usia 15 hingga 17 tahun tetap dapat mengakses pelatihan untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.
“15 sampai 17 itu boleh mengakses pelatihan untuk membekali diri, baik itu soft skill maupun hard skill-nya,” ujarnya.
Sementara itu, hingga semester pertama 2026, serapan tenaga kerja di Jawa Tengah disebut telah mencapai sekitar 240 ribu orang. Di sisi lain, jumlah lowongan yang tercatat di Jawa Tengah, baik untuk pekerjaan di dalam negeri maupun luar negeri, mencapai 209.702 lowongan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108.459 lowongan merupakan lowongan dalam negeri. Data tersebut bersumber dari informasi pasar kerja yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah maupun Disnaker kabupaten/kota.
Sementara lowongan untuk bekerja ke luar negeri mencapai sekitar 101 ribu posisi, yang tersebar di berbagai negara di kawasan Eropa dan Asia dengan beragam jabatan.
Aziz juga menyebut kegiatan job fair yang telah berlangsung di tingkat kabupaten/kota turut memperluas akses pencari kerja.
Hingga saat ini, terdapat 17 kabupaten/kota yang telah mengikuti pelaksanaan job fair dengan total 616 perusahaan. Dari kegiatan tersebut, tersedia sekitar 89.760 lowongan dan tercatat 32.896 pengunjung.
Ada 51 Pencari Kerja Disabilitas yang Terdata, Perusahaan Wajib Beri Akses untuk Mereka
Selain pencari kerja umum, Job Fair Jateng 2026 juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas.
Aziz mengatakan terdapat 51 pencari kerja disabilitas yang sebelumnya telah terdata untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebagian di antaranya telah datang langsung ke lokasi job fair.
“Kemarin yang terdaftar, yang terdata di kami itu ada 51 teman-teman disabilitas, sebagian hari ini sudah datang,” ujarnya.
Tidak seluruh perusahaan yang mengikuti job fair membuka lowongan khusus untuk penyandang disabilitas. Namun, terdapat sejumlah perusahaan yang memang menyediakan posisi bagi pekerja disabilitas.
Menurut keterangannya, ada perusahaan yang membuka jabatan khusus untuk penyandang disabilitas, sementara sebagian lainnya menyediakan posisi yang dapat diisi pekerja umum maupun penyandang disabilitas.
“Kalau kuotanya itu, berdasarkan undang-undang itu kan 1 persen dari tenaga kerja yang sudah ada. Artinya kalau ada 100 tenaga kerja, 1 harus, wajib dari teman-teman difabel,” jelasnya.
BACA JUGA: Tekan Pengangguran, Pemkab Semarang Gelar Job Fair 2026, 26 Perusahaan Buka 6.969 Lowongan Kerja
Ia mengatakan perusahaan juga perlu menyiapkan aksesibilitas yang sesuai dengan kebutuhan pekerja disabilitas.
Misalnya, pekerja yang membutuhkan kursi dapat fasilitas tersebut sediakan. Sementara pekerja pengguna kursi roda membutuhkan akses jalan yang dapat menunjang mobilitasnya.
“Tidak ada diskriminasi. Tentunya perusahaan sudah menyediakan aksesibilitasnya dan fasilitasnya,” pungkas Aziz. (*)
Editor: Farah Nazila





