Jateng

Berstatus Cagar Budaya-Arsitektur Kolonial, Rumah Dinas Wali Kota Salatiga Bakal Dijadikan Museum

×

Berstatus Cagar Budaya-Arsitektur Kolonial, Rumah Dinas Wali Kota Salatiga Bakal Dijadikan Museum

Sebarkan artikel ini
Rumah Dinas Salatiga
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, di tengah para peserta Pelatihan Permuseuman Abhirama Museum dan Warisan Budaya, di Mini Teater Bung Karno, Salatiga, Selasa, 21 Oktober 2025. (ist)

SALATIGA, beritajateng.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga rupanya cukup serius untuk menjadikan rumah dinas Wali Kota Salatiga sebagai museum yang representatif.

Terkait gagasan tersebut bahkan telah Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, sampaikan kepada Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha.

Hal itu terungkap dari Pelatihan Permuseuman Abhirama Museum dan Warisan Budaya di Mini Teater Bung Karno, Salatiga pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Menurut Robby, menjadikan rumah dinas Wali Kota Salatiga sebagai museum bakal menjadi salah satu rencana strategis Pemkot Salatiga.

BACA JUGA: Fasilitas Pemkot, PPPK di Salatiga Bisa Manfaatkan Program 3 Juta Rumah dengan Harga Terjangkau

Rencana tersebut lahir dari kesadaran bahwa Kota Salatiga yang memiliki sejarah panjang belum memiliki museum yang cukup representatif.

Dengan status bangunan cagar budaya bernilai sejarah serta arsitektur peninggalan kolonial yang khas, rumah dinas wali kota bakalan mampu menjadi daya tarik utama.

Bahkan, museum yang dimaksud sekaligus akan dijadikan sebagai pusat edukasi sejarah dan kebudayaan lokal Kota Salatiga.

Berharap dukungan Pemerintah dalam wujudkan rumah dinas Wali Kota Salatiga untuk museum

Oleh karena itu, Pemkot Salatiga juga berharap dukungan dari Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan RI, agar hal tersebut bisa terwujud.

Demikian halnya dalam mengoptimalkan pengelolaan bangunan cagar budaya yang masih pihak swasta maupun perorangan miliki.

“Harapannya agar bisa termanfaatkan juga sebagai ruang publik. Sehingga, sejalan dengan rencana strategis Pemkot Salatiga,” tuturnya.

Terkait kegiatan pelatihan, menurut Wali Kota, itu menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Salatiga dalam memperkaya ekosistem kebudayaan.

“Sekaligus untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang membentuk jati diri Kota Salatiga sebagai kota tertua kedua di Indonesia,” tandasnya.

BACA JUGA: Kaji Prasejarah Indonesia, 35 Pakar dan Arkeolog Dunia Bakal Berkumpul di Kota Salatiga

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, selaku narasumber menegaskan museum ialah rumah ingatan bangsa.