Jateng

Bertugas Saat Libur Lebaran, Driver Trans Semarang Diminta Tingkatkan Performa dan Layanan

×

Bertugas Saat Libur Lebaran, Driver Trans Semarang Diminta Tingkatkan Performa dan Layanan

Sebarkan artikel ini
Dalam Sepekan Terjadi Dua Kecelakaan, Dewan Evaluasi Layanan Operasional Trans Semarang
Petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan memeriksa kelengkapan surat-surat armada Bus Trans Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki libur panjang Idulfitri 2026, para pengemudi Trans Semarang wajib meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan berkendara.

Hal ini seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di Kota Semarang yang menjadi salah satu tujuan dan titik singgah pemudik.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menegaskan bahwa performa pengemudi tidak hanya terlihat dari penampilan. Tetapi juga sikap dan cara melayani penumpang selama bertugas.

“Semarang saat ini menjadi simpul mobilitas sekaligus tujuan wisata saat musim mudik. Saya minta para driver tidak ugal-ugalan dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya di Balai Kota Semarang.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi kepada pengemudi yang melanggar aturan. Penegakan disiplin di nilai penting untuk menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran transportasi selama periode Lebaran.

BACA JUGA: Bus Listrik Trans Semarang Bakal Dimaksimalkan, Pemkot Fokus Uji Medan dan Area Rawan Banjir

“Jika ada pelanggaran, kami akan memberikan sanksi sesuai ketentuan kontrak kerja,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Semarang juga memberikan perhatian kepada para pengemudi.

Sebanyak ratusan paket sembako dibagikan kepada insan transportasi, termasuk 220 pengemudi Trans Semarang, agar mereka tetap prima saat bertugas di tengah tingginya aktivitas Lebaran.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas peran penting para pekerja transportasi.

“Kegiatan ini menjadi momen berbagi sekaligus wujud kepedulian kepada para pekerja transportasi yang tetap bertugas saat masyarakat merayakan Lebaran,” katanya.

Secara keseluruhan, sekitar 300 paket sembako disalurkan kepada pengemudi bus, sopir taksi, pengemudi angkutan, hingga juru parkir di Kota Semarang.

Menurut Agustina, peran insan transportasi sangat vital, terutama karena Semarang menjadi kota yang tidak hanya di lintasi pemudik, tetapi juga menjadi destinasi tujuan.

“Kalau jumlah pemudik mungkin bisa di prediksi, tetapi yang singgah di Semarang sulit di hitung. Karena itu peran transportasi sangat penting agar mobilitas tetap lancar,” ujarnya.