Pendidikan

Besok 22 Oktober Peringatan Hari Santri, Berikut Sejarah dan Maknanya

×

Besok 22 Oktober Peringatan Hari Santri, Berikut Sejarah dan Maknanya

Sebarkan artikel ini
Logo Resmi Hari Santri 2025
Logo Resmi Hari Santri 2025 (sumber: instagram/@harisantrinasional)

SEMARANG, beritajateng.tv – Peringatan Hari Santri Nasional sudah menjadi momentum penting tiap tahunnya.

Hal itu menjadi salah satu sebuah penghargaan bagi para santri yang telah berkontribusi dalam membangun bangsa menjadi lebih berkualitas.

Maka dari itu, dalam memperingati hari tersebut kita perlu tahu bagaiman sejarah dan maknanya.

BACA JUGA: Santri Kudus Klarifikasi Tayangan Trans7 Soal Minum Susu Jongkok: Itu Tradisi Malam Asyuro

Berikut akan beritajateng.tv bagikan informasi terkait sejarah dan makna Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025.

Sejarah Hari Santri Nasional 2025

Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia menghadapi ancaman serius dari upaya kembalinya kekuasaan kolonial Belanda yang datang bersama pasukan Sekutu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.

Dalam situasi genting itu, para ulama dan santri mengambil sikap tegas. Melalui rapat besar para kiai di Surabaya, KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan “Resolusi Jihad”, yang menyerukan kewajiban bagi umat Islam.

Resolusi ini untuk mempertahankan kemerdekaan serta melawan penjajah yang berusaha kembali menguasai negeri ini.

Seruan tersebut membangkitkan semangat perjuangan rakyat dan para santri di berbagai daerah untuk mempertahankan kemerdekaan.

Puncak dari gelora itu terjadi dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Karena itulah, 22 Oktober sebagai momentum lahirnya semangat jihad santri dalam membela bangsa dan tanah air.

BACA JUGA: Hari Santri 22 Oktober: Jejak Perjuangan Santri dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Sebagai bentuk penghormatan, Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015.

Penetapan tersebut diumumkan secara resmi pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Hari Santri bukan semata-mata milik kalangan pesantren.

Melainkan merupakan hari kebangsaan yang lahir dari semangat perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp