Pendidikan

Beyond Nostalgia, ALJIRO-SMANSA Satukan 250 Generasi Siapkan Pemimpin Indonesia Emas 2045

×

Beyond Nostalgia, ALJIRO-SMANSA Satukan 250 Generasi Siapkan Pemimpin Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Beyond Nostalgia, ALJIRO-SMANSA Satukan 250 Generasi Siapkan Pemimpin Indonesia Emas 2045
Event Beyond Nostalgia ALJIRO-SMANSA. (Ellya/beritajateng.tv)

Ia menilai kualitas lulusan perguruan tinggi sangat terpengaruh oleh kualitas peserta didik yang masuk dari pendidikan sebelumnya. Karena itu, sekolah menengah perlu terus di perkuat agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing.

Pendidikan, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai akademik baik. Sistem pendidikan juga harus mampu memperkuat produktivitas, daya saing, kesiapan industri, dan kualitas human capital Indonesia.

Pandangan serupa Mayjen TNI (Purn.) Hendardji Soepandji sampaikan. Ketua Umum ALJIRO-SMANSA periode sebelumnya itu menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia untuk memanfaatkan bonus demografi.

Menurutnya, bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan. Indonesia harus mampu mengubah jumlah penduduk usia produktif menjadi kekuatan ekonomi dan sosial melalui pendidikan berkualitas serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum tersebut juga mendapat masukan dari sejumlah akademisi dan pemerhati pendidikan alumni.

Mereka antara lain Prof. Zainuri, Prof. Daniel, Prof. Sri Purnomo, Prof. Urip, Prof. Witjaksono, dan sejumlah tokoh lainnya.

Salah satu bagian penting dalam Youth Summit adalah pemaparan hasil kajian dan survei nasional terhadap siswa SMA atau sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.

Presiden SDG Centre Undip, Prof. Bulan Prabawani, memaparkan hasil proses kajian yang dilakukan bersama tim selama beberapa bulan. Kajian tersebut melibatkan diskusi kelompok terarah atau FGD serta survei terhadap hampir 500 responden.

Hasil penelitian itu kemudian menjadi dasar penyusunan National Policy Brief serta bahan dialog dalam forum.

Pendekatan berbasis data tersebut menjadi pembeda Youth Summit. Forum tidak hanya mengumpulkan gagasan, tetapi berupaya merumuskan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemangku kepentingan.

Perspektif generasi muda dan dunia profesional turut mengemuka dalam sesi Youth Talks. Penggiat sociopreneur dan founder Inspigo, Yoris Sebastian, tampil bersama Mukmin yang terkenal sebagai guru, stand-up comedian, dan content creator.

BACA JUGA: Podcast Perang Brutal Indonesia Lawan Jepang di Semarang 

Forum juga menghadirkan Sulaiman Sindapati, talenta muda Pertamina yang menjabat sebagai Senior Executive Regional Jawa Bagian Tengah.