Jateng

Catat Kinerja Positif, Bank Jateng Raih Peringkat idAA- dengan Prospek Stabil dari PEFINDO

×

Catat Kinerja Positif, Bank Jateng Raih Peringkat idAA- dengan Prospek Stabil dari PEFINDO

Sebarkan artikel ini
Peringkat idAA-
Gedung Bank Jateng. (Foto: Dok. Bank Jateng)

JAKARTA, beritajateng.tv — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) kembali mencatatkan kinerja positif di industri perbankan nasional. Bank Jateng memperoleh peringkat idAA- dengan prospek Stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 2026–2027.

Peringkat tersebut mencerminkan kapasitas Bank Jateng yang sangat kuat dalam memenuhi komitmen finansial jangka panjang.

Capaian ini sekaligus menegaskan ketahanan fundamental perseroan, ԁidukung permodalan yang kuat, likuiditas terjaga, serta tata kelola dan manajemen risiko yang terus ԁiperkuat.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, mengatakan pencapaian peringkat idAA- dengan prospek stabil menjadi bentuk kepercayaan terhadap fundamental dan kinerja Bank Jateng.

Menurutnya, pencapaian peringkat idAA- dengan prospek stabil ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata atas kepercayaan masyarakat Jawa Tengah serta hasil dari kerja keras seluruh insan Bank Jateng.

“Kami akan terus menjaga fundamental bank, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Bambang hari ini, Senin, 24 Agustus 2026.

BACA JUGA: Bank Jateng Siap Dukung Program SMK Go Global, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Pekerja Migran

Hingga semester I 2026, Bank Jateng mencatat total aset sebesar Rp95,03 triliun. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 22,5%.

Posisi tersebut memberikan ruang yang kuat bagi perseroan untuk menyerap potensi risiko sekaligus mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Kondisi likuiditas Bank Jateng juga tetap terjaga. Posisi tersebut antara lain ԁidukung penempatan portofolio pada instrumen berisiko rendah, seperti instrumen Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara (SBN).

Bambang menegaskan, kekuatan fundamental tersebut akan menjadi pijakan bagi Bank Jateng untuk menjalankan peran sebagai bank pembangunan daerah sekaligus mitra finansial masyarakat Jawa Tengah.