SEMARANG, beritajateng.tv – Reuni sekolah biasanya identik dengan nostalgia, temu kangen, dan mengenang masa lalu. Namun Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 2026 memilih arah berbeda.
Ratusan alumni justru membawa siswa dan generasi muda ke meja diskusi untuk membicarakan masa depan Indonesia.
Semangat itulah yang hadir dalam Youth & Social Issues Summit 2026 bertajuk Indonesia Future Makers.
Forum yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Semarang itu menjadi salah satu agenda strategis Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 2026 dengan tema besar Beyond Nostalgia, From School to Nation.
Sekitar 250 peserta dari unsur siswa, guru, akademisi, pemerintah, dunia usaha dan industri, hingga alumni lintas generasi hadir dalam forum tersebut.
Mereka membahas masa depan pendidikan menengah, kesiapan generasi muda, bonus demografi, teknologi, hingga kebutuhan dunia kerja menuju Indonesia Emas 2045.
Pembukaan acara melalui pemukulan gong oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan, Ir. Moch. Abduh, Ph.D., yang hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah tokoh alumni, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji dan mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi.
Kehadiran mereka mempertemukan pengalaman kepemimpinan pemerintahan dengan gagasan generasi muda.
Ketua Panitia Reuni Akbar sekaligus Ketua Umum ALJIRO-SMANSA periode 2026-2031, Koeshartanto, mengatakan forum tersebut sengaja di rancang agar reuni tidak berhenti pada kegiatan mengenang masa sekolah.
Menurutnya, alumni memiliki tanggung jawab untuk ikut menyiapkan generasi yang saat ini masih duduk di bangku pendidikan menengah.
BACA JUGA: Youth Summit 2026 Bahas Tantangan Pelajar dari Beban Akademik, Mental Health hingga Gawai
“Indonesia Emas 2045 sedang kita persiapkan hari ini. Mereka yang sekarang berada di pendidikan menengah, dua dekade lagi akan menjadi pemimpin dan tulang punggung produktivitas negeri. Memperkuat mereka hari ini adalah investasi sekaligus legacy kita bersama,” ujarnya.
Dari dunia pendidikan tinggi, Rektor Undip sekaligus Ketua Komite SMANSA Semarang, Prof. Dr. Suharnomo, menyoroti pentingnya memperkuat kualitas pendidikan sejak jenjang menengah.





