Jateng

BGN Kucurkan Anggaran Rp6 Triliun untuk SPPG di Jateng, 1 Dapur MBG Bisa Terima Rp1 Miliar per Bulan

×

BGN Kucurkan Anggaran Rp6 Triliun untuk SPPG di Jateng, 1 Dapur MBG Bisa Terima Rp1 Miliar per Bulan

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam Rakor MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa, 3 Maret 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

Berdasarkan data BGN RI, Banyumas menjadi daerah dengan jumlah SPPG tertinggi. Dari target 183 SPPG, sudah terbangun 207 unit di Banyumas.

BACA JUGA: Viral Video Kepala Sekolah di Salatiga Protes MBG Tak Layak, Pihak SPPG Mengaku Petugas Lalai

“Kita bisa lihat Banyumas targetnya 183, yang sudah terbangun 207. Jadi sebetulnya sudah melampaui target,” kata Dadan.

Selain Banyumas, kata Dadan, sejumlah daerah lain juga melampaui target, antara lain Kebumen (144 target, terbangun 164), Wonosobo (98 target, 104 terbangun), Magelang (133 target, 139 terbangun), Klaten (127 target, 137 terbangun), serta Pati (138 target, 156 terbangun).

“Pati juga menjadi target. Investor berebut masuk di Pati, saya enggak tahu kenapa,” ujarnya.

Daerah lain yang juga melampaui target di antaranya Jepara (146 menjadi 158), Kudus (98 menjadi 107), Demak (138 menjadi 143), Kabupaten Semarang (112 menjadi 118), Sragen (103 menjadi 105), dan Kota Salatiga (27 menjadi 28).

Masih Ada Daerah yang SPPG-nya hanya 70 Persen

Dadan mengakui masih ada beberapa daerah yang capaian SPPG-nya belum mencapai 90 persen. Namun ia menegaskan capaian tersebut tetap lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

“Di sini ada kabupaten yang dikasih warna merah bukan artinya jelek, tetapi dibanding kabupaten lain. Tapi dibanding nasional ini jauh lebih tinggi,” katanya. Contohnya, Purworejo tercatat 78 persen, Batang 80 persen, dan Pekalongan 72 persen.

Selain SPPG reguler dan aglomerasi, BGN juga merencanakan pembangunan SPPG terpencil, yakni dapur yang didirikan di wilayah yang tidak bisa dijangkau dalam waktu 30 menit dari daerah sekitar.

BACA JUGA: Senator Jateng Kritik MBG Kering Ramadan: Namanya Makan Bergizi, Maka Lauknya Harus Bergizi

“Sampai hari ini baru ada lima, tapi saya yakin banyak daerah-daerah terpencil di Jawa Tengah,” ujar Dadan.

Ia menambahkan, perencanaan jumlah SPPG didasarkan pada data terpadu dari berbagai kementerian dan lembaga.