SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyalurkan anggaran sekitar Rp6 triliun untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah sejak Januari 2026 hingga awal Maret ini.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut penyaluran dana tersebut langsung melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di masing-masing daerah.
BACA JUGA: Perpres 115/2025 Terbit, Menko Zulhas Pastikan Program MBG se-Indonesia Sesuai Standar
“Dari Januari sampai hari ini di Jawa Tengah itu kurang lebih Rp6 triliun dari Badan Gizi Nasional yang tersalur melalui SPPG,” ujar Dadan dalam Rapat Koordinasi MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa, 3 Maret 2026.
Dadan menjelaskan, setiap SPPG menerima alokasi sekitar Rp1 miliar per bulan. “Satu SPPG menerima Rp1 miliar per bulan,” katanya.
Anggaran SPPG: 70 Persen untuk Bahan Baku MBG, 20 Persen Operasional
Dadan memaparkan skema penggunaan dana yang masing-masing SPPG terima. Ia menuturkan, sebanyak 70 persen anggaran untuk membeli bahan baku makanan, seperti beras, telur, ayam, sayur, buah, bumbu, hingga minyak.
“70 persen dari dana yang BGN salurkan untuk membeli bahan baku, mulai dari beras, telur, ayam, sayur, buah, bumbu, minyak dan lain-lain,” jelasnya.
BACA JUGA: PDIP Jateng Respons Edaran DPP soal MBG, Kader Tak Boleh Cari Keuntungan
Sementara 20 persen alokasinya untuk operasional, termasuk pembayaran relawan yang bekerja di dapur SPPG. Adapun 10 persen sisanya untuk membayar insentif pekerja.
“20 persen untuk membayar operasional termasuk relawan yang bekerja di SPPG. Dan 10 persen untuk membayar insentif,” tambah Dadan.
97 Persen Target SPPG di Jawa Tengah Tercapai, Banyumas Terbanyak
Dadan mengungkap, capaian pembangunan SPPG di Jawa Tengah telah mencapai 97 persen dari target berdasarkan data BGN.
“Secara total di Jawa Tengah ini sudah 97 persen dari perencanaan data yang kami miliki. Dan ada 13 kabupaten termasuk kota yang sudah hijau [melampaui target],” ujarnya.





