SEMARANG, beritajateng.tv – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Tengah kembali menghadirkan pameran UMKM terbesar melalui gelaran UMKM Grande 2026 di Atrium Pollux Mall Paragon Semarang.
Event tahunan ini menjadi panggung bagi puluhan pelaku UMKM unggulan Jawa Tengah untuk memamerkan produk terbaik sekaligus memperluas pasar hingga mancanegara.
Sebanyak 90 UMKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah ikut ambil bagian dalam pameran yang berlangsung hingga 11 Mei 2026 tersebut.
Ada beragam produk, mulai dari kopi, fesyen wastra, kriya, home decor, furnitur, hingga makanan dan minuman olahan.
Sejak hari pertama pembukaan, suasana pameran tampak ramai dipadati pengunjung. Area kopi menjadi salah satu titik yang paling menarik perhatian.
Aroma kopi khas dari berbagai daerah di Jawa Tengah langsung menyambut pengunjung saat memasuki area utama pameran.
BACA JUGA: Sri Suparni Bahlil Dorong UMKM Jateng Adaptif dan Go Digital di UMKM Grande 2026
Tak hanya itu, stan home decor dan furnitur juga menghadirkan berbagai produk kriya berbahan kayu dengan desain modern dan artistik.
Sementara di area fesyen, pengunjung dapat melihat koleksi batik, tenun, ready to wear, hingga aksesori karya UMKM lokal.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, mengatakan UMKM Grande 2026 hadir dengan konsep baru setelah sebelumnya terkenal dengan nama UMKM Gayeng.
Rebranding tersebut menjadi simbol arah baru pengembangan UMKM Jawa Tengah agar semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global.
“UMKM Grande yang telah memasuki tahun ke-8 ini bukan sekadar ajang promosi. Tetapi bentuk nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing global,” ujar Nugroho.
Ia menjelaskan, tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia” terpilih sebagai semangat agar pelaku UMKM mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi. Sekaligus terus berkembang melalui inovasi dan digitalisasi.
“Tema ini mencerminkan harapan besar agar UMKM tidak hanya berkembang. Tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan menembus pasar internasional,” katanya.





