Dari adegan akhir saat handphone almarhum Pak Wahyu diambil oleh tangan wanita tua yang mengenakan cincin yakni Bu Nani yang kemudian dipanggil oleh suaminya, Pak Pandi.
Hal tersebut memberi jawaban bahwa kejadian aneh yang terjadi di Panti Jompo adalah proyeksi sakaratul maut Sita di dalam kubur. Hal ini mengartikan bahwa tidak ada yang mati kecuali Pak Wahyu.
Karakter Pak Pandi juga tidak benar-benar selingkuh dan Bu Nani tidak benar-benar mati tergiling mesin cuci.
Begitu juga suster lain tidak akan mati tidak akan jadi selingkuhannya Pak Pandi.
Siksa kubur Adil
Sementara itu, siksa kubur Adil bermulai saat istrinya mengusir Adil karena ia lebih suka bergaul dengan jenazah karena masa lalunya.
“Adil adalah gambaran korban pelecehan seksual yang takut untuk bersuara, batinnya terluka sepanjang hidupnya kenangan pahit yang membawa rasa penasaran dan akhirnya memiliki perilaku menyimpang,” tuturnya.
BACA JUGA: Bukan Sembarangan, Ini Arti Ular Syuja’ul al-Aqra di Film Siksa Kubur dalam Ajaran Islam
Sementara adegan klimaksnya adalah Sita yang menyaksikan sendiri siksa kubur yang sadis dan keji menimpa Pak Wahyu. Lalu Sita bertaubat dan Adil selamatkan.
“Kemudian Adil dan Sita tumbang dan dilanjutkan teriakan samar teriakan yang sama persis seperti apa yang terdengar dari rekaman kaset yaitu Man Robbuka!” tandasnya. (*)





