“Salah satu fungsi teknis kami yang melakukan bantuan adalah dari Bidlabfor, yaitu kami melakukan pengolahan TKP dan juga mendapatkan hasil dari olah TKP yaitu satu butir proyektil peluru yang akan dilakukan pemeriksaan secara laboratorium. Dan saat ini masih berproses terhadap proyektil tersebut,” ujar Artanto.
Ia menegaskan, pemeriksaan proyektil menjadi bagian penting dalam pembuktian secara ilmiah atau scientific crime investigation.
“Hal ini sangat penting untuk pembuktian secara scientific crime investigation karena peluru tersebut merupakan salah satu bukti dari peristiwa tersebut,” katanya.
Artanto menjelaskan, tim laboratorium forensik akan meneliti karakteristik proyektil untuk mengetahui jenis peluru dan kemungkinan senjata yang pelaku gunakan.
BACA JUGA: Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng Terindikasi Teror: Proyektil di Garasi, Tembakan ke Atas
“Pada prinsipnya tim akan melakukan penelitian terhadap peluru tersebut. Secara teknik tentunya orang Labfor yang tahu. Hasilnya nanti akan disampaikan ke penyidik tentang jenis peluru tersebut,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan itu, lanjut Artanto, dapat ketahuan apakah peluru tersebut berasal dari senjata rakitan atau senjata pabrikan.
“Dari situ kan akan nampak apakah itu peluru itu dari senjata rakitan, contohnya ya, senjata rakitan atau senjata pabrikan itu nanti akan nampak. Nanti kita lihat hasilnya dari hasil tim Labfor,” jelasnya.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan proyektil maupun identitas pelaku.
Polisi Periksa 9 Saksi
Sebelumnya, polisi melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi atas penembakan suami anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP Nur Fatwa, Amat Muzakhim (56).
“Sementara kami sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi. Kami sudah lakukan [pemeriksaan], ada sembilan orang saksi,” ujar Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, saat beritajateng.tv hubungi via panggilan WhatsApp, Senin, 16 Februari 2026.
Rachmad menuturkan, polisi juga sudah mengambil rekaman CCTV di TKP. Kini, kata Rachmad, rekaman tersebut tengah dalam penyelidikan lebih lanjut Resmob Polda Jawa Tengah dan Resmob Polres Pekalongan.





