Hukum & Kriminal

Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng Terindikasi Teror: Proyektil di Garasi, Tembakan ke Atas

×

Penembakan Suami Anggota DPRD Jateng Terindikasi Teror: Proyektil di Garasi, Tembakan ke Atas

Sebarkan artikel ini
YLBHI Kapolrestabes Semarang | Suami DPRD
Ilustrasi pistol. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Peristiwa penembakan terhadap suami anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PPP Nur Fatwa, Amat Muzakhim (56), di Kabupaten Pekalongan masih terindikasi sebagai aksi teror. Proyektil peluru ditemukan di area garasi rumah korban.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan arah tembakan mengarah ke atas, bukan langsung ke tubuh korban.

“Kalau kami belum bisa memastikan, sementara masih indikasinya teror saja. Kemarin kami sudah sampaikan di media juga, ini kan teror penembakan, karena tembakannya mengarah ke atas. Kena di dak plafon itu,” ujar Rachmad saat beritajateng.tv hubungi via panggilan WhatsApp, Senin, 16 Februari 2026.

BACA JUGA: Komisi A DPRD Jateng Desak Polisi Ungkap Pelaku Penembakan Suami Nur Fatwah di Pekalongan

Ia menjelaskan, proyektil ditemukan di area garasi rumah korban. Dari hasil olah TKP Polres Pekalongan bersama Ditreskrimum dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah, proyektil tersebut berada pada jarak sekitar 23,2 meter dari posisi pelaku saat menembak. Sementara jarak tembak pelaku dengan korban sekitar 9,5 meter.

“Proyektil kami temukan di garasi, di sebelah kiri garasi itu. Perkenaan tembakannya di dak plafon atau dinding atas teras rumah pelapor. Jadi arah tembakannya memang agak ke atas, seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV,” terang Rachmad.

Amat Suami Anggota DPRD Jateng Tengah Dampingi Kasus Penculikan Pedagang Martabak, Polisi Masih Selidiki

Rachmad menyebut, satu hal yang cukup kuat disimpulkan sementara adalah pelaku diduga telah mengetahui kondisi rumah korban sebelum beraksi.

“Posisi gerbang memang terbuka saat itu, jadi pelaku bisa masuk, langsung putar balik mengambil posisi, lalu menembak,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut mengindikasikan adanya pemetaan lokasi sebelumnya oleh pelaku. Namun, identitas pelaku hingga kini belum terungkap.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterkaitan peristiwa tersebut dengan aktivitas korban yang disebut-sebut sedang mendampingi penanganan kasus dugaan penculikan pedagang martabak di Polda Jawa Tengah.