Selain berkolaborasi dengan jenama ternama, Riska juga sering mengikuti sejumlah pameran hingga lolos pada submission kolase baik di Indonedia maupun di luar negeri. Bahkan, ia turut menginisiasi terbentuknya Komunitas Kolasemauku di Kota Semarang.
BACA JUGA: Uniknya ‘Lumaku Maju’, Ajak Anak Muda Healing dengan Budget 0 Rupiah
Di sisi lain, Riska masih setia melakukan seni kolase secara manual dengan menggunakan tangan daripada teknologi canggih.
Riska mengakui jika seni kolase membawa banyak pengaruh pada kesehatan mentalnya. Baginya, kolase adalah salah satu jalan untuk meluapkan emosi yang tidak bisa ia luapkan dengan cara lain.
“Setelah berkolase jadi punya medium meluapkan unek-unek yang tidak bisa saya ungkapkan, merasa lebih aman dan nyaman untuk menjadi diri sendiri. Kadang saya kolaborasikan dengan narasi, karena saya juga suka menulis,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





