“Masyarakat tidak perlu khawatir. Walaupun jabatannya kosong, tetap ada pelaksana tugas. Ibu Wali Kota sudah menunjuk orang-orang yang memiliki kapasitas untuk merangkap jabatan sementara, sehingga pelayanan publik tidak terganggu,” jelasnya.
Selain di tingkat OPD, kekosongan jabatan juga terjadi di tingkat kelurahan. Saat ini terdapat 51 jabatan lurah yang belum terisi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tiga bulan lalu yang tercatat sebanyak 44 lurah.
“Untuk lurah memang ada 51 yang kosong. Tapi insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa kita isi dengan orang-orang yang berkapasitas,” ujarnya.
Adapun jabatan yang paling banyak kosong justru berada di level kepala seksi (kasi) kelurahan. Dari total kebutuhan, terdapat sekitar 148 jabatan kasi yang belum terisi. Hal ini terjadi karena dalam satu kelurahan terdapat beberapa posisi struktural, mulai dari lurah, sekretaris lurah, hingga tiga kepala seksi.
“Yang paling banyak memang di kasi kelurahan. Tapi tetap ada Plt di sana, jadi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Joko.
Untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II, Joko menyebut prosesnya masih berlangsung sehingga belum bisa dipublikasikan. Pemerintah Kota Semarang kini menggunakan pendekatan manajemen talenta sebagai pengganti seleksi terbuka.
Manajemen Talenta
“Kalau dulu seleksi terbuka hanya menguji mereka yang mendaftar. Sekarang dengan manajemen talenta, semua pegawai kita tes. Baik pejabat struktural maupun fungsional,” jelasnya.
Menurut Joko, manajemen talenta memungkinkan jangkauan seleksi yang lebih luas dan objektif. Seluruh ASN memiliki kesempatan yang sama tanpa harus mendaftar secara terbuka dan tanpa biaya.
“Ini yang menarik. Tesnya tanpa biaya, jaringannya lebih luas. Pejabat fungsional juga punya hak yang sama untuk menduduki jabatan struktural. Secara regulasi itu memungkinkan,” katanya.
Ia menambahkan, sistem ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin OPD yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kota Semarang ke depan. (*)
Editor: Elly Amaliyah




