SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) resmi meluncurkan inovasi baru bernama Auto Simpatik (Automatisasi dan Simplifikasi Layanan Kepegawaian Terintegrasi Komprehensif).
Peluncuran Auto Simpatik ini berlangsung di Balai Diklat BKPP Kota Semarang, Kamis, 9 Oktober 2025.
Launching kali ini bersamaan dengan kegiatan implementasi Program Peningkatan Kompetensi Guru SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Semarang.
Program Auto Simpatik merupakan langkah nyata Pemkot dalam mewujudkan efisiensi dan transparansi layanan kepegawaian berbasis digital bagi lebih dari 14.000 aparatur sipil negara (ASN).
Wakil Walikota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan bahwa Auto Simpatik mencerminkan semangat digitalisasi birokrasi yang sesungguhnya.
“Auto Simpatik ini adalah roh dari digitalisasi birokrasi. Selama ini kita sering bicara tentang konsep kota cerdas, namun tanpa sistem yang terintegrasi, hasilnya tidak akan efisien,” ujar Iswar.
BACA JUGA: BKPP: ASN Terduga Pelecehan Seksual Terancam Turun Jabatan hingga Diberhentikan
Ia menambahkan, sistem digital ini bukan sekadar modern, tetapi juga harus mempermudah dan menyederhanakan layanan bagi ASN maupun masyarakat.
“Harapan kami, inovasi seperti Auto Simpatik tidak hanya berhenti pada pelayanan internal. Tetapi juga berkembang menjadi pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif,” lanjutnya.
Kepala BKPP Kota Semarang, Joko Hartono, menjelaskan bahwa Auto Simpatik merupakan pengembangan dari sistem sebelumnya, yakni SIMPATIK (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Berbasis Teknologi Kota Semarang).
Melalui sistem baru ini, berbagai layanan kepegawaian kini dapat berjalan secara otomatis tanpa pengajuan manual.
“Digitalisasi sudah kami jalankan beberapa tahun terakhir, namun digitalisasi saja belum cukup. Dengan Auto Simpatik, pegawai tidak perlu lagi mengajukan berkas secara manual karena sistem akan berjalan otomatis,” jelas Joko.
Ia menyebut, sistem ini menyederhanakan 18 jenis layanan kepegawaian menjadi satu sistem terintegrasi yang mudah terakses. “Seluruh layanan kini dapat selesai hanya dalam satu klik. Semua proses terhubung secara otomatis dan komprehensif,” ujarnya.
Sebelum adanya sistem ini, ASN di Kota Semarang masih menghadapi kendala integrasi antar-layanan, yang menyebabkan proses administrasi berulang dan memakan waktu.
Dengan hadirnya Auto Simpatik, seluruh data dan layanan kini terhubung dua arah dengan sistem SI-ASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dan proses yang lebih cepat.
Joko berharap, perbaikan layanan kepegawaian ini dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Semarang.
“Jika pegawai dilayani dengan baik, maka mereka juga akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Itu semangat yang ingin kami bangun lewat Auto Simpatik,” pungkasnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





