SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Kabupaten Blora kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah setelah berhasil meraih penghargaan Top 10 Kompetisi Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA Jateng) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Penganugerahan Top 10 IDEA Jateng 2026. Lokasi acara ini berada di Panggung Utama Jateng Fair 2026, Kompleks PRPP Jawa Tengah, Semarang, Jumat, 26 Juni 2026 malam.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini hadir secara langsung menerima penghargaan tersebut terdampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala DP4, serta Kepala Bapperida Kabupaten Blora.
Penganugerahan IDEA Jateng 2026 merupakan bagian dari rangkaian pembukaan Jateng Fair 2026 yang secara resmi Gubernur Jawa Tengah buka.
Ajang Kompetisi Inovasi Daerah Jawa Tengah atau IDEA Jateng sebagai upaya mendorong pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik. Serta pembangunan daerah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Jelang Pemilu 2029, Bawaslu Blora Perkuat Kemampuan Investigasi Pelanggaran di Ruang Digital dan Medsos
Masuknya Kabupaten Blora dalam jajaran Top 10 IDEA Jateng 2026 menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan berbagai inovasi. Hal ini guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Usai mengikuti prosesi penganugerahan, Wakil Bupati Blora meninjau sejumlah stan inovasi milik kabupaten dan kota se-Jawa Tengah yang turut berpartisipasi dalam Jateng Fair 2026.
Sri Setyorini juga menyempatkan mengunjungi Stan Kabupaten Blora yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah. Serta inovasi hasil karya masyarakat, pelaku usaha, dan perangkat daerah.
Menurutnya, keikutsertaan Kabupaten Blora dalam Jateng Fair tidak hanya menjadi sarana promosi potensi daerah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi. Juga pertukaran pengalaman antar daerah dalam mengembangkan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Blora berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang adaptif. Juga berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi pelayanan publik maupun pembangunan daerah. (*)
Editor: Farah Nazila





