Jepara hingga Blora Jadi Daerah Rawan Kekeringan saat Kemarau Panjang
Selain percepatan tanam, Ꭰistanak Jawa Tengah juga mulai memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan lebih dulu selama musim kemarau.
Defransisco mengatakan pihaknya kini berkoordinasi dengan sejumlah lembaga pengelola sumber daya air untuk mengidentifikasi wilayah rawan kekeringan.
“Yang kedua tentunya kolaborasi dengan pihak terkait seperti BBWS, PSDA dan sebagainya untuk mengecek lokasi-lokasi yang kemungkinan akan kering duluan itu mana-mana saja. Petanya di-overlay seperti itu,” tutur ԁia.
Ia menerangkan, wilayah yang jaraknya jauh dari jalur ԁistribusi air menjadi daerah paling rentan terdampak kekeringan saat musim kemarau panjang.
Beberapa daerah yang mulai menjadi perhatian Ꭰistanak antara lain Jepara, Banjarnegara, Blora, hingga Cilacap.
BACA JUGA: Hadapi Kemarau Lebih Kering, Pelanggan Tirta Bumi Serasi Diminta Siapkan Tandon Air
“Nah, seperti Jepara misalnya, itu kalau airnya mau sampai sana itu kan kejauhan dari jalurnya, kadang-kadang sudah terbagi habis di mana-mana, jadi sampai di dia itu ya sudah sedikit,” jelas Defransisco.
Pihaknya mulai menyiapkan berbagai skema irigasi tambahan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian yang sulit terjangkau jaringan utama.
“Itu yang kita perlu tambah, misalnya sumber airnya di mana, kita lakukan irigasi perpompaan, tarik air kita masukkan ke jaringan irigasi supaya bisa mengalir,” lanjutnya.
Selain Jepara, beberapa daerah lain juga mulai masuk pemetaan rawan kekeringan.
“Ya, Banjarnegara, kadang-kadang Blora yang seperti itu ya, Cilacap juga. Nah itu yang biasanya kita cek,” katanya.
Ꭰistanak Jateng Siapkan Ribuan Bantuan Irigasi dan Pompa
Untuk menghadapi potensi kekeringan tersebut, Ꭰistanak Jawa Tengah juga mulai memperkuat infrastruktur pengairan di sejumlah daerah.
Defransisco menyebut pemerintah telah menyiapkan ratusan rehabilitasi jaringan irigasi melalui APBD maupun APBN.
“Ada di 25 kabupaten itu kita membantu rehabilitasi jaringan irigasi sebanyak 334 unit. Itu dari APBD saja,” ujarnya.
Selain itu, Ꭰistanak juga menyiapkan irigasi alternatif di sejumlah wilayah yang mulai kekurangan pasokan air.





