BOJONEGORO, beritajateng.tv – Seorang bocah asal Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencuri perhatian karena kemampuannya di bidang teknologi.
Di usianya yang baru 8 tahun, Daffa Ardian Pratama sudah mampu memahami hingga merakit berbagai perangkat elektronik secara otodidak.
Daffa merupakan anak pertama dari pasangan Andik Sujianto dan Lusy Ardiana. Sejak kecil, ia dikenal memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, terutama terkait mesin dan teknologi.
Bahkan saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak, Daffa pernah melontarkan pertanyaan teknis tentang fungsi busi kepada gurunya. Namun karena tak mendapat jawaban, ia sempat kecewa hingga enggan bersekolah.
“Saya tidak mau sekolah, gurunya tidak bisa mengajari saya,” kata Daffa kepada ayahnya kala itu.
BACA JUGA: Safari Ramadan, Pertamina EP Cepu Salurkan 1.285 Paket Sembako ke 40 Desa di Blora, Tuban, dan Bojonegoro
Orang tuanya sempat khawatir dengan kondisi tersebut dan membawa Daffa ke fasilitas kesehatan. Setelah melalui pemeriksaan hingga ke dokter spesialis, hasilnya justru mengejutkan.
“Dokter menyampaikan hasil tes menunjukkan Daffa tergolong anak jenius, bukan autis,” ujar sang ayah, Andik Sujianto, Kamis, 9 April 2026.
Meski memiliki kecerdasan di atas rata-rata, perjalanan akademik Daffa tidak selalu mulus. Nilai sekolahnya cenderung biasa karena ia lebih menyukai belajar secara praktik di banding teori di kelas.
Kemampuannya terlihat dari berbagai alat yang berhasil ia buat. Daffa pernah menciptakan dimmer untuk mengatur tegangan listrik hingga merakit robot sederhana seperti sapu otomatis.
Tak hanya itu, ia juga mampu memahami cara kerja mesin, termasuk membedakan motor dua tak dan empat tak hanya dari pengamatan.
Orang tuanya juga mengungkapkan, Daffa memiliki rasa eksplorasi tinggi, bahkan pernah mencoba membuat bubuk yang menyerupai mesiu dari bahan dapur.
Popularitas Daffa mulai meningkat setelah video aktivitasnya merakit alat elektronik viral di media sosial dan ditonton jutaan kali. Bahkan, videonya sempat di bagikan ulang oleh Ganjar Pranowo.
BACA JUGA: Clara Shinta Tiba-tiba Minta Maaf ke Publik Usai Viralkan Video Tak Senonoh Suaminya, Ada Apa?
Melihat potensi besar tersebut, orang tua Daffa kini berupaya mencari pola pendidikan yang lebih sesuai agar bakatnya bisa berkembang optimal.
“Saat ini kami masih mencari pendidikan yang tepat, karena kami merasa Daffa membutuhkan pendekatan khusus,” pungkas Andik. (*)
Editor: Farah Nazila





