SEMARANG, beritajateng.tv – Selebgram Clara Shinta kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya memviralkan dugaan video call seksual sang suami, Alexander Assad.
Permintaan maaf tersebut Clara Shinta sampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Clara mengaku menyesal karena telah membawa persoalan rumah tangga ke ranah publik, terutama dalam kondisi emosional yang tidak stabil.
“Saya mengakui bahwa pada saat itu saya tidak mampu mengontrol emosi dan tidak bisa berpikir dengan jernih ketika menghadapi rasa sakit yang melukai hati saya sebagai seorang wanita. Itu adalah kekhilafan saya,” tulis Clara Shinta dalam pernyataan tertulisnya seperti dikutip Rabu, 8 April 2026.
BACA JUGA: Ngeri, Momen Clara Shinta Tiba-tiba Minta Tolong Karena Suami Bawa Senjata Api: Setiap Ribut Bawa Sniper
Dalam pernyataannya, Clara mengungkapkan bahwa keputusan mengunggah konten tersebut terjadi secara spontan saat merasa sakit hati akibat dugaan perselingkuhan. Ia menyadari bahwa saat itu dirinya tidak mampu mengendalikan emosi dan tidak berpikir jernih.
Clara juga menegaskan bahwa ia tidak ingin mengambil keuntungan dari polemik yang terjadi. Ia secara tegas menolak berbagai undangan wawancara, podcast, hingga tawaran endorsement yang berpotensi menghasilkan keuntungan finansial dari kasus tersebut.
Selain itu, Clara berkomitmen untuk menghapus konten yang sebelumnya sempat ia unggah. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya memperbaiki diri agar tidak memperpanjang dampak negatif, terutama terhadap keluarga.
BACA JUGA: Ramai Aplikasi FotoYu, Ketua Asosiasi Fotografi: Punya Potensi Ekonomi Besar, Tapi Perlu Aturan Jelas
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental orang-orang terdekatnya. Clara khawatir jejak digital dari konten tersebut dapat berdampak buruk, khususnya bagi anak-anaknya di masa depan.
Ke depan, Clara menyatakan ingin memulai lembaran baru dalam hidupnya. Ia bertekad untuk fokus memperbaiki diri, bekerja dengan lebih baik, serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anaknya. (*)





