Peristiwa

Bocah SD Hanyut di Sungai Wonotingal Semarang, Teriakan Minta Tolong Sempat Terdengar Warga

×

Bocah SD Hanyut di Sungai Wonotingal Semarang, Teriakan Minta Tolong Sempat Terdengar Warga

Sebarkan artikel ini
bocah hanyut semarang
Petugas mengamati aliran sungai Wonotingal, Kota Semarang, Kamis, 11 Januari 2024 saat pencarian bocah yang hanyut. (Antara)

SEMARANG, beritajateng.tv – Seorang bocah sekolah dasar (SD) dikabarkan hanyut di Kali Kagok, Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Adapun peristiwa ini terjadi pada Kamis, 11 Januari 2024.

Kabarnya, bocah tersebut bernama Alif yang berusia 8 tahun. Teriakan minta tolong dari bocah tersebut sempat terdengar warga, namun sayangnya korban sudah terbawa arus.

Bocah SD tersebut merupakan warga Pasar Kagok, RT.08/05 Kelurahan Wonotingal, dugaannya ia tidak bisa berenang saat bermain di saluran air Kelurahan Wonotingal sekitar pukul 14.30 WIB pada Kamis, 11 Januari 2024.

Tim SAR Semarang terus melakukan pencarian bocah tersebut.

BACA JUGA: Konsumsi Daging Anjing di Jateng Capai 13 Ribu Ekor per Bulan, Aktivis Hewan Sebut Solo Tertinggi, Soroti Gibran Janjikan Perda

Kepala Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto, S.H., menginformasikan bahwa korban bersama teman-temannya sedang bermain di saluran air yang saat itu kondisinya deras akibat hujan yang baru turun.

“Satu tim rescue kami turunkan di lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian korban. Grup pencarian terbagi menjadi 3 dengan metode susur sungai” kata Heru.

Tim SAR Semarang terus upayakan pencarian bocah

Tim Pencarian dan pertolongan (SAR) yang beranggotakan personel terlatih telah di kerahkan ke lokasi dan membagi area pencarian menjadi tiga sektor dengan metode susur sungai. Upaya pencarian melibatkan penyisiran dari berbagai arah, termasuk sungai Stom hingga Sungai Mrican, dan juga area di sekitar Jembatan Sungai Mrican Lamper.

Dengan kondisi sungai yang lebarnya bervariasi antara 4 sampai 6 meter dan kedalaman antara 50 cm hingga 3 meter, pencarian menjadi lebih menantang.

Pada hari kedua pencarian, yakni di hari Jumat, Denru Basarnas Semarang Nur Musthova menyebut ga titik fokus pencarian. Yakni Jembatan Stom – Jembatan Metro berlanjut ke arah Jembatan Metro – Jembatan Peterongan, dan Jembatan Peterongan – Jembatan Pandean Lamper.

“Ada tiga tim yang akan bergerak ke tiga titik lokasi yang dicurigai,” katanya di lokasi, Jumat (12/1).

BACA JUGA: Viral Curhat Warga Sidoarjo Kena Tagihan Rp11 Juta Untuk Pemindahan Tiang Listrik

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto bakal memfokuskan titik akhir pencarian di Banjir Kanal Timur (BKT).

Pihaknya menargetkan, pencarian korban akan selesai di hari ketiga, yakni Sabtu 13 Januari 2024.(*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp