SEMARANG, beritajateng.tv – Mewujudkan Pemilu 2024 satu putaran menjadi hal yang kini masih diupayakan Relawan Prabowo-Gibran, tak terkecuali Relawan Bocahe Gibran.
Sejak berdirinya Relawan Bocahe Gibran, organisasi tersebut memang sudah menggagaskan ide menang satu putaran. Adapun hal itu merupakan penyampaian dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bocahe Gibran Nusantara, Yudha W K Putra, Jum’at 5 Desember 2023.
“Harapan kita menang satu putaran, kita dari awal sebelum penetapan Gibran sebagai paslon sudah yakin dan optimis bahwa Pemilu ini jangan sampai memecah belah anak bangsa. Pemilu dua putaran memicu konflik yang berkepanjangan,” ujar Yudha
Menurut Yudha, Pemilu dua putaran akan membuatnya melaksanakan kampanye bersamaan dengan ibadah puasa. Pihaknya takut jika bulan suci Ramadhan itu akan terpenuhi oleh ujaran kebencian antara pendukung.
“Kalau dua putaran, situasinya kan puasa, kita harusnya beribadah. Nanti bisa saling fitnah, lempar hoaks, dan jangan sampai ada yang naik sepeda motor terus dipukul lalu jadi masalah lagi. Nanti kita dipojokkan terus,” bebernya.
BACA JUGA: Tim Kampanye Prabowo – Gibran Luncurkan Food Truck Gemoy, Dukung Program Makan Siang dan Susu Gratis
Selain itu, alasan lain mengapa Yudha bersama Relawan Gibran lainnya bersikukuh agar tetap satu putaran ialah menghemat biaya kampanye dan tak ingin konflik antar pendukung semakin panjang.
“Kita berharap dengan satu putaran ini ndang rampung (segera selesai), ndang guyub (segera rukun) lagi, besok kalau kita mati kan yang bawa kita ke kubur kan tetangga kita sendiri,” tegasnya.
Relawan Bocahe Gibran kukuh satu putaran, tak masalah siapa pun yang menang
Menariknya, Yudha berfokus pada Pemilu 2024 yang hendaknya berjalan satu putaran saja, yakni pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang. Ia pun menyebut, jika yang menang bukan Prabowo-Gibran, pihaknya dapat menerima. Baginya, yang terpenting pesta demokrasi itu bisa berlangsung hanya dengan satu hari pemungutan suara.
“Memang kita sudah bertekad menang satu putaran, kalau pun bukan kita yang menang tetap Pemilu mestinya satu putaran, karena semakin kita banyak Pemilu, maka konflik semakin berkepanjangan. Ini saja sudah banyak konfliknya,” jelasnya.
“Anggap saja ini tahapan kampanye di putaran pertama. Ini sudah banyak yang kita temui ya, ada yang ditembak di Madura, dianiaya di Boyolali, bansos dan BLT mau dicabut, padahal masih kampanye menuju putaran pertama loh,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya mengaku siap jika pada akhirnya Pemilu 2024, utamanya Pilpres, harus berjalan menuju putaran kedua pada bulan Juni 2024 mendatang. Bahkan, konsolidasi yang kerap Relawan Bocahe Gibran lakukan lebih menekankan skenario jika memang Pemilu berjalan dua putaran.
BACA JUGA: Bawaslu Pamekasan Putuskan Gus Miftah Bersalah Soal Bagi-bagi Uang, Begini Tanggapan Gibran
“Kami ini bersiap dan antisipasi jika dua putaran, bahkan itu yang kita fokuskan saat konsolidasi. Sehingga, jika nanti bisa berjalan satu putaran kita tidak perlu repot lagi dan jika itu 2 putaran kami juga sangat siap. Relawan Mas Gibran ini kan ada 15 juta orang lebih di seluruh Indonesia,” tandasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





