SOLO, beritajateng.tv – Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, memberikan tanggapan terkait keputusan Bawaslu Pamekasan mengenai kasus Gus Miftah bagi-bagi uang di Pamekasan, Jawa Timur.
Kejadian Gus Miftah membagi-bagikan uang di mana terdapat pihak yang membawa-bawa kaus Prabowo-Gibran dianggap sebagai pelanggaran pidana dalam Pemilu.
Gibran, putra sulung Presiden Jokowi, pun menyerahkan permasalahan ini sepenuhnya kepada Bawaslu.
“Kita akan mengikuti aturan Bawaslu (Pamekasan),” ujar Gibran di Balai Kota Surakarta, Jumat, 5 Januari 2024.
Gibran juga menyatakan kesiapannya untuk menerima teguran atau sanksi jika terbukti melakukan kesalahan. Sebagai contoh, pada Rabu, 3 Januari 2024 lalu ia dipanggil oleh Bawaslu Jakpus terkait bagi-bagi susu di CFD Bundaran HI.
BACA JUGA: Bawaslu Tak Beri Sanksi Pelanggar Aturan Kampanye, Ganjar: Memancing Semua Orang Lakukan Pelanggaran
“Jika ada kesalahan yang kami lakukan, kami siap untuk menerima teguran atau sanksi. Kemarin, saya sudah datang dan bertemu dengan Ketua Bawaslu (Jakpus),” tuturnya.
Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Pamekasan menyatakan bahwa kegiatan Gus Miftah yang membagi-bagikan uang di sebuah pesantren dan terdapat pihak yang membawa kaus Prabowo-Gibran merupakan dugaan pelanggaran pidana Pemilu.
Menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Penindakan Bawaslu Pamekasan, Suryadi, dugaan pelanggaran pidana dalam Pemilu sudah pihaknya tetapkan sebagai hasil temuan dari sentra Gakkumdu. Sementara Gakkumdu sendiri terdiri atas Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. (*)




