SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiagakan dua tandon air bersih di Desa Bantal dan Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, sebagai langkah antisipasi krisis air bersih selama musim kemarau 2026.
BPBD menempatkan tandon tersebut di dua desa yang setiap tahun menjadi langganan kekeringan agar distribusi bantuan air bersih kepada warga terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, mengatakan BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih ekstrem. Karena itu, BPBD mengambil langkah antisipatif sebelum puncak musim kemarau tiba.
“Kami telah menempatkan dua tandon air bersih di Desa Bantal dan Desa Plumutan sejak Kamis, 2 Juli 2026. Lokasinya berada di dekat permukiman warga agar penyaluran bantuan air bersih lebih praktis dan mudah,” ujarnya, Sabtu, 4 Juli 2026.
BACA JUGA: Hunian Tetap Warga Tanah Gerak Jangli Semarang Terganjal Status Lahan, BPBD Jateng: Harus SHM
Bersamaan dengan pemasangan tandon, BPBD juga menyalurkan bantuan perdana sebanyak 3.000 liter air bersih kepada warga di kedua desa tersebut.
Alexander menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan 750.000 liter air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan sepanjang musim kemarau 2026. Jumlah tersebut sama dengan alokasi bantuan pada tahun sebelumnya.
Ia berharap persediaan tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Namun, BPBD juga telah menyiapkan langkah lanjutan apabila musim kemarau berlangsung hingga tujuh bulan seperti prakiraan BMKG.
“Jika kebutuhan meningkat, kami masih bisa mengusulkan tambahan anggaran pada APBD Perubahan atau menggandeng pihak swasta melalui program CSR. Intinya kami siap menghadapi dampak musim kemarau tahun ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Plumutan, Suji Haryanto, mengapresiasi bantuan tandon air dari BPBD. Menurutnya, fasilitas tersebut jauh lebih efektif dibandingkan penampungan darurat berbahan terpal yang selama ini digunakan warga.
“Selama ini kami memakai terpal plastik sebagai penampung air bantuan dan hampir setiap tahun harus diganti. Dengan tandon ini, pemanfaatannya bisa lebih lama dan lebih praktis,” katanya.
BACA JUGA: Pemudik Melintas Semarang Bisa Manfaatkan Posko Kemanusiaan BPBD, Gratis!
Anggota DPRD Kabupaten Semarang, H. Sjaichul Hadi, berharap tandon air tersebut dapat dimanfaatkan warga Dusun Mungkruk, Desa Bantal, serta Dusun Krajan, Desa Plumutan.
Ia juga mendorong solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih melalui pembangunan sumur dalam.
“Kami juga sedang mengusulkan pengeboran sumur dalam agar warga Dusun Mungkruk memiliki sumber air yang lebih permanen,” tandasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





