Pendidikan

BPDP dan Politeknik LPP Dorong UMKM Semarang Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan

×

BPDP dan Politeknik LPP Dorong UMKM Semarang Kembangkan Inovasi Produk Berbasis Komoditas Perkebunan

Sebarkan artikel ini
Dari Limbah Sawit hingga Kakao, UMKM Semarang Didorong Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Ratusan peserta mengikuti Workshop Produk UMKM Berbahan Komoditas Perkebunan fi Unwahas Semarang. (Steve Arie/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aroma semangat inovasi terasa kuat di Auditorium Kampus II Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Semarang, saat ratusan peserta mengikuti Workshop Produk UMKM Berbahan Komoditas Perkebunan pada 20–21 Mei 2026.

Kegiatan yang Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar bersama Politeknik LPP ini menjadi ruang bertemunya mahasiswa, pelaku UMKM, akademisi, dan praktisi untuk membangun masa depan usaha berbasis komoditas perkebunan.

Tak sekadar pelatihan biasa, workshop ini menghadirkan gagasan baru tentang bagaimana kelapa sawit, kelapa, kakao. Hingga limbah perkebunan dapat di olah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Terdiri dari 47 mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNWAHAS dan 53 pegiat UMKM Kota Semarang.

Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat. Sektor UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang melalui inovasi produk berbasis sumber daya lokal.

Potensi itulah yang coba di perkuat melalui kolaborasi antara BPDP, Politeknik LPP, dan UNWAHAS.

Direktur Politeknik LPP, Mustangin, mengatakan komoditas perkebunan selama ini belum maksimal bermanfaat sebagai sumber inspirasi usaha baru.

BACA JUGA: Unwahas Semarang Berhasil Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT, Kampus NU Ketiga Se-Indonesia

Padahal, sektor tersebut memiliki peluang besar untuk mendorong lahirnya produk kreatif yang mampu bersaing di pasar.

“Workshop ini bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi upaya membangun cara pandang baru terhadap sektor perkebunan. Komoditas perkebunan perlu menjadi sumber ide usaha yang dapat mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat luas kembangkan,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab penting dalam menghadirkan pengetahuan, teknologi. Serta pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang inovatif dan memiliki daya saing.

Di sisi lain, Direktur Utama BPDP yang di wakili Tim Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Anwar Sadad. Ia menegaskan BPDP terus mendorong pengembangan sumber daya manusia. Termasuk pemberdayaan UMKM berbasis perkebunan sebagai bagian dari penguatan hilirisasi sektor perkebunan nasional.

“Melalui peningkatan kapasitas, pendampingan, dan kolaborasi, pelaku UMKM harapannya mampu menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai jual. Tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di masyarakat,” katanya.

Rektor UNWAHAS Semarang, Helmy Purwanto, menyebut UMKM telah terbukti menjadi sektor yang mampu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi.

Karena itu, penguatan usaha kecil melalui inovasi produk berbasis komoditas perkebunan menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sektor UKM menjadi salah satu sektor paling tangguh saat terjadi guncangan ekonomi. Pengembangan inovasi berbasis komoditas perkebunan menjadi langkah relevan untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi materi, peserta diajak melihat lebih jauh peluang pengembangan produk berbahan sawit, kelapa, dan kakao.

Dosen Agribisnis UNWAHAS, Edi Gunawan, menjelaskan komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Mulai dari makanan, minuman, kosmetik sederhana, hingga kerajinan tangan.

Ia menilai pelaku UMKM perlu memahami potensi pasar sekaligus strategi pengembangan produk agar mampu bersaing di era digital.

“Pelaku UMKM harus memahami karakter bahan baku dan kebutuhan pasar agar produk berbahan komoditas perkebunan bisa berkembang lebih luas,” katanya.

Tak hanya fokus pada produksi, workshop juga membahas strategi pemasaran digital. Praktisi promosi digital Muhammad Anik menekankan pentingnya membangun citra usaha melalui media sosial dan konten kreatif.

Menurutnya, kualitas produk harus berjalan beriringan dengan kemampuan promosi agar produk lokal dapat dikenal masyarakat lebih luas.

“Media sosial, konten visual, cerita produk, dan promosi digital yang konsisten menjadi kunci agar produk UMKM mampu berkembang dan memiliki pasar yang lebih besar,” ujarnya.

BACA JUGA: BI Jateng Pamerkan 90 UMKM Unggulan di UMKM Grande 2026, Target Omzet Naik 5 Persen

Sementara itu, narasumber dari Politeknik LPP, Azhari Rizal, mengajak peserta melihat limbah sawit dari perspektif berbeda.

Ia menjelaskan limbah perkebunan dapat di olah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi sekaligus mendukung konsep usaha ramah lingkungan.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi mengenai peluang pengolahan hasil perkebunan, pemanfaatan limbah, tantangan pemasaran, hingga kebutuhan pendampingan usaha bagi pelaku UMKM.

Salah satu mahasiswa Agribisnis UNWAHAS mengaku mendapat wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menyadari komoditas perkebunan ternyata menyimpan banyak peluang usaha yang sebelumnya jarang mendapat perhatian.

“Workshop ini membuat kami melihat komoditas perkebunan dari sudut pandang berbeda. Banyak bahan yang ternyata bisa di olah menjadi produk usaha yang menarik,” ujarnya.

Hal serupa turut salah satu pegiat UKM Kota Semarang rasakan. Ia mengaku mendapat banyak ide baru terkait pemanfaatan bahan dan limbah perkebunan yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Kami jadi punya banyak inspirasi baru tentang pemanfaatan limbah perkebunan. Materinya mudah kita pahami dan sangat dekat dengan kebutuhan pelaku usaha kecil,” katanya.

Melalui workshop ini, BPDP, Politeknik LPP, dan UNWAHAS berharap kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku usaha terus di perkuat. Untuk melahirkan UMKM berbasis perkebunan yang inovatif, berdaya saing, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. (*)

 

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp