Ekbis

BPS: Inflasi Kota Semarang Terkendali, Meski Harga Sempat Naik Saat Lebaran

×

BPS: Inflasi Kota Semarang Terkendali, Meski Harga Sempat Naik Saat Lebaran

Sebarkan artikel ini
BPS: Inflasi Kota Semarang Terkendali, Meski Harga Sempat Naik Saat Lebaran
Wali Kota Semarang dan Wakilnya, Agustina Wilujeng - Iswar Aminuddin melakukan pantauan harga di pasar tradisional Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, kabar baik datang bagi warga Kota Semarang. Inflasi Kota Semarang tetap terkendali dan tidak melonjak tajam seperti yang pemerintah khawatirkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan pada Maret 2026 kota Semarang hanya sebesar 0,37 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kenaikan harga selama momen Lebaran masih berada dalam batas wajar.

Tak hanya itu, inflasi tahunan juga mengalami penurunan signifikan. Dari sebelumnya 4,65 persen pada Februari, kini turun menjadi 3,57 persen.

Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, menyebut kondisi ini lantaran dari faktor perbandingan data tahun lalu yang cukup rendah.

“Inflasi year on year sebelumnya terlihat tinggi karena efek basis rendah dari diskon listrik tahun 2025. Secara riil, tekanan harga di masyarakat tidak setinggi itu,” jelasnya.

Artinya, meskipun warga sempat merasakan kenaikan harga kebutuhan pokok saat Lebaran, lonjakan tersebut tidak berlangsung lama dan masih terkendali.

Di lapangan, pemerintah memastikan stok pangan tetap aman. Ketersediaan bahan pokok seperti cabai, daging ayam, dan kebutuhan lainnya dinilai cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang, M. Luthfi Eko Nugroho, mengatakan kenaikan harga memang terjadi, namun tidak sampai memberatkan.

“Kami pastikan stok aman dan harga masih bisa dijangkau masyarakat. Kenaikan ada, tapi tidak sampai ekstrem,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Beri Bantuan Rp20 Juta per Rumah untuk Korban Puting Beliung di Gedawang

Pemerintah Kota Semarang juga aktif melakukan intervensi pasar untuk menahan laju harga, mulai dari pemantauan intensif hingga operasi pasar di sejumlah titik.

Langkah ini terbukti mampu meredam gejolak harga yang biasanya meningkat saat momen besar seperti Idul Fitri.

Kini, setelah Lebaran berlalu, kondisi harga mulai berangsur stabil. Distribusi barang kembali lancar dan permintaan perlahan normal.

Bagi masyarakat, situasi ini tentu menjadi angin segar. Kenaikan harga yang sempat terasa tidak berlarut-larut, sehingga daya beli tetap terjaga.