SEMARANG, beritajateng.tv – Penataan kawasan Simpang Lima Kota Semarang dipastikan bukan proyek yang dibuat khusus untuk menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.
Pemerintah Kota Semarang menyebut pembangunan tersebut merupakan bagian dari proyek strategis untuk mengatasi persoalan banjir sekaligus mempercantik wajah kawasan ikonik kota.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Murni Ediati, mengatakan pekerjaan utama terkait sistem drainase berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.
Menurutnya, proses pengadaan pembangunan drainase bawah tanah sudah berjalan. Pekerjaan fisik tersebut harapannya dapat mendukung upaya pemerintah mengurangi potensi genangan di kawasan Simpang Lima.
“Anggaran untuk pembangunan drainase bawah itu ada di DPU. Proses pengadaan barangnya sudah berjalan dan saya kira bulan ini sudah ada penetapan pemenang,” kata Pipie, sapaan akrabnya, Senin, 10 Agustus 2026.
Sementara itu, Perkim memiliki tugas berbeda dalam penataan kawasan tersebut. Dinas melakukan pembongkaran boulevard taman lingkar Simpang Lima serta mengamankan sejumlah pohon dan tanaman yang sebelumnya berada di lokasi.
Tanaman yang telah Perkim bongkar tidak langsung mereka buang. Perkim memindahkannya ke kebun bibit milik pemerintah untuk perawatan dan nantinya dapat tanam kembali.
“Tugas kami hanya melakukan pembongkaran boulevard taman lingkar dan mengamankan pohon-pohon tanaman ke kebun bibit. Untuk tahap berikutnya ada Dinas Perdagangan dan DPU yang akan melanjutkan pekerjaan,” jelasnya.
Pipie menegaskan penataan Simpang Lima tetap akan berlanjut setelah pelaksanaan MTQ Nasional. Pemerintah tidak akan menghentikan proyek hanya karena kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi kegiatan nasional.
BACA JUGA: Disperkim Semarang Bongkar Sumber PAD Terbesar: Rusun Sumbang Rp5,5 Miliar
Bahkan, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memiliki target agar kawasan tersebut kembali hijau dan tampil lebih menarik setelah seluruh pekerjaan infrastruktur selesai.
“Harapannya nanti kembali seperti semula. Bahkan Bu Wali berharap kawasan Simpang Lima bisa menjadi lebih cantik,” ujarnya.
Penataan kawasan Simpang Lima juga melibatkan pihak lain. Pemerintah Kota Semarang membuka peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Pipie menyebut Wali Kota telah menyiapkan skema kolaborasi untuk membantu penataan kawasan lingkar luar Simpang Lima. Dengan demikian, revitalisasi kawasan tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
Di tengah berlangsungnya pembangunan, kawasan Simpang Lima tetap akan digunakan untuk rangkaian MTQ Nasional.
Pemerintah pun menyiapkan langkah agar pekerjaan konstruksi tidak mengganggu tampilan kawasan selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah bagian yang masih dalam proses pembangunan nantinya akan di tutup dengan media visual. Penutup tersebut dapat menampilkan gambar atau informasi terkait MTQ Nasional sehingga area proyek tetap terlihat rapi selama acara berlangsung.
“Karena pembangunan fisiknya masih berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MTQ, bagian yang sedang pemkot bangun nanti mungkin akan di tutup dengan MMT. Jadi tidak terlalu terlihat sebagai area pembangunan dan bisa di hias dengan gambar-gambar terkait MTQ,” kata Murni.
Setelah MTQ selesai, pekerjaan infrastruktur akan kembali dilanjutkan hingga tahap penataan kawasan secara keseluruhan. Penanaman pohon dan penghijauan juga akan berjalan kembali setelah pekerjaan konstruksi memungkinkan. (*)





