Pemerintah Kota Semarang, kata dia, berupaya menyediakan ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.
Salah satunya melalui Semarang Leadership Project yang diarahkan sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan.
Pemkot juga menjalankan PIJAR atau Pemuda Peduli dan Jaga Kesehatan Mental Remaja. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda.
Selain itu, Pemkot Semarang menyediakan ruang kebersamaan melalui Gelora Muda Pekan Olahraga dan Seni Warga Kota Semarang (Porwakos).
Program tersebut tidak hanya mengajak anak muda berolahraga. Berbagai kegiatan seni dan kreativitas juga disiapkan untuk mempertemukan pelajar dan mahasiswa dalam suasana yang lebih positif.
Cabang olahraga yang digelar antara lain bulu tangkis, futsal, dan e-sport. Sementara bidang seni mencakup lomba kuliner jajanan khas Semarangan, fashion show pakaian adat Semarangan, modern dance, band, hingga solo vokal.
Karakter, Kesehatan Mental hingga Kreativitas
Agustina ingin pembangunan pemuda Kota Semarang tidak hanya berorientasi pada prestasi. Menurutnya, generasi muda membutuhkan keseimbangan antara karakter, kebugaran, kesehatan mental, kreativitas, dan kemampuan membangun hubungan sosial.
Paskibraka menjadi salah satu wadah pembentukan disiplin dan kepemimpinan. Sementara kegiatan olahraga dan seni membuka ruang bagi anak muda untuk berinteraksi, berkreasi, dan membangun rasa kebersamaan.
Pendekatan tersebut juga diharapkan tetap berlanjut ketika anggota Paskibraka telah menyelesaikan tugasnya.
Agustina meminta para purna Paskibraka tidak kehilangan nilai yang mereka dapatkan selama proses pembinaan.
“Kalian memang sedang dipersiapkan untuk mengibarkan Merah Putih. Tetapi lebih dari itu, kalian sedang belajar membawa nilai-nilai Merah Putih dalam kehidupan,” pungkasnya. (*)





