SEMARANG, beritajateng.tv – Daya tarik wisata (DTW) atau tempat wisata di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, terkena dampak bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Agung Hariyanto, menuturkan, banyak DTW di Petungkriyono terdampak bencana lantaran lokasinya yang berada di kawasan desa wisata.
“Paling banyak terdampak di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Itu beberapa DTW lokasinya di kawasan desa wisata, ada yang terdampak banjir dan kerusakan,” ungkap Agung saat beritajateng.tv hubungi, Jumat, 31 Januari 2025.
Berdasarkan info yang Disporapar Jawa Tengah himpun, berikut DTW di Petungkriyono dan sekitarnya yang terdampak bencana:
1. Curug Bajing, Desa Tlogopakis: Pipa air bersih untuk supply ke toilet dan warung dalam area DTW terputus terkena longsor.
2. Bumi Perkemahan Karangsrity, Desa. Tlogopakis: DTW relatif aman, namun akses jalan terputus karena jembatan terkena longsor.
BACA JUGA: Hujan Deras, Rumah Warga di Desa Brongkol Kabupaten Semarang Terdampak Tanah Longsor
3. Filow Camp Luxury, Desa Kasimpar: Terjadi kerusakan pada toilet sebanyak 1 unit dan halaman sekitar terkena lumpur akibat banjir.
4. Bumi perkemahan Lolong: Sebanyak empat warung, tiga gazebo, dan dua toilet, hanyut karena banjir bandang.
5. Bukit Trianggulasi, Kecamatan Paninggaran: Jalan di depan DTW amblas sebanyak dua titik, yakni Jalan Raya Paninggaran – Banjarnegara, akibat terkena longsor dan banjir.
Selain itu, beberapa DTW yang berlokasi di Petungkriyono disebut relatif aman. Antara lain Tlogo Sigebyar Mangunan, Desa Tlogohendro, Black Canyon, Desa Kayupuring, dan Welo Asri, Desa Kayupuring.
“Kalau kerugian kami belum bisa meminta informasi, karena itu yang menghitung pihak desa, itu kan dikelola pihak desa. Mungkin nilai kerusakannya sampai ratusan juta,” ungkap Agung.
BACA JUGA: BPBD Sebut 200 Lebih Bencana di Jawa Tengah Selama 2024, Banjir dan Tanah Longsor Terbanyak
Hingga saat ini, Agung mengaku hanya menerima laporan terdampak bencana dari DTW di Petungkriyono saja.





