Bupati Blora Ingin Citilink Beroperasi Kembali di Bandara Ngloram

Bupati Blora Ingin Citilink Beroperasi Kembali di Bandara Ngloram

BLORA, 16/9 (BeritaJateng.tv) – Usaha keras terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk mengaktifkan kembali Bandara Ngloram setelah terhenti sejak Bandara Halim Perdana Kusuma direnovasi.

Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah adanya kenaikan avtur, sehingga mempengaruhi harga tiket pesawat dari Halim Perdana Kusuma ke Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Menjadi tugas dan tanggungjawab kami, setelah Pemerintah merevitalisasi Bandara Ngloram, untuk agar Bandara ini bisa aktif kembali,” kata H. Arief Rohman, Bupati Blora saat acara Ngopi bareng dengan Ariadi Widiawan, Kepala Bandara Dewandaru dan sejumlah wartwawan di kafe Bounasera Blora, Kamis (15/9/2022) malam.

Kalau dari sisi pasar, lanjutnya, sebenarnya masih terbuka sangat luas, jadi karena avturnya lagi naik sehingga berpengaruh pada harga tiket.

“Saya kemarin sudah sampaikan kepada pak dirjen juga, bersama kepala bandara, kalau harganya tiket masih seperti dulu, ketika citilink awal di buka itu, saya kira masih ok lah, dengan target penerbangan seminggu tiga kali, “jelas Gus Arief sapaan akrabnya.

Ditambahkan Gus Arief, pihaknya bersama Ariadi sudah ke Plt Dirjend Perhubungan dan beberapa maskapai untuk kembali ada penerbangan dari Halim ke Ngloram ini.

“Jadi target kita adalah ke citilink, kemudian ke Pelita Air, kita sedang menunggu agar nantinya Bandara itu bisa didarati pesawat kembali, ” imbuhnya.

Harapanya kalau bandara ini nanti bisa didarati pesawat ATR-72 kembali, ini akan menggerakan perekonomian yang ada di Cepu.

“Kita yakin bahwa Cepu akan menjadi sebuah kawasan, yang tentunya akan menarik untuk investor datang,” ucapnya.

Ariadi Widiawan selaku orang yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan Bandara Ngloram mengaku juga telah berupaya agar bandara tersebut kembali disinggahi pesawat.

Pihaknya telah melobi sejumlah maskapai penerbangan, terutama yang memiliki pesawat jenis ATR 72, seperti Citilink, Wings Air, Trigana Air, dan Pelita Air.

“Kami sudah ke Pak Dirut, terutama dari Citilink, untuk meminta pesawat hadir di Cepu. Mereka sedang evaluasi, terutama dengan keterbatasan armada,” ucap Ariadi.

Menurutnya, maskapai penerbangan juga tidak serta-merta dapat menerjunkan pesawatnya di tengah kondisi paska pandemi Covid-19.

Maskapai penerbangan, lanjutnya, juga terkena imbas dari dampak pandemi Covid-19. Sebelumnya bisa100 pesawat, sekarang berkurang 35 persen yang terbang. Karena ketika ada Covid-19, pesawat dikandangkan.

“Pertama, pesawatnya harus dicek kembali, terus mereka harus sertifikatnya, kemudian bukan cuma pesawatnya saja, tapi harus menyiapkan kru yang meliputi pilot, co-pilot, pramugari sampai dengan teknisi, nah itu yang mereka sedang recovery,” jelas dia.

Tak hanya melobi pihak maskapai penerbangan, pihaknya juga terus berusaha melobi pihak yang nantinya bersedia menjadi penumpang pesawatnya.

Menurutnya, kondisi yang sedang dialami oleh Bandara Ngloram, juga dialami oleh hampir sebagian bandara-bandara lainnnya yang ada di Indonesia.

Meski dengan kondisi yang seperti ini, dirinya optimis beberapa waktu mendatang Bandara Ngloram dapat kembali mendaratkan pesawat ke Bandara Ngloram. (Her/El)

Leave a Reply