Peristiwa

Bus Tabrak Pikap di Tol Pejagan-Pemalang, Polisi Periksa 4 Saksi

×

Bus Tabrak Pikap di Tol Pejagan-Pemalang, Polisi Periksa 4 Saksi

Sebarkan artikel ini
Proses evakuasi kecelakaan bus PO Zentrum di ruas Tol Pejagan-Pemalang KM 259.300 A, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (Dok. Polda Jateng)

BREBES, beritajateng.tv – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus PO Zentrum dan mobil pikap di ruas Tol Pejagan-Pemalang KM 259.300 A, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih dalam penyelidikan.

Satlantas Polres Brebes saat ini telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk sopir pengganti bus yang dugaan kuat mengemudikan kendaraan saat insiden terjadi.

Kasat Lantas Polres Brebes, AKP Ahmad Zainurrozaq, mengungkapkan bahwa hingga Rabu, 18 Maret 2026 pihaknya telah memeriksa tiga hingga empat orang saksi. Mereka terdiri dari sopir pengganti, kernet, serta penumpang yang duduk di barisan belakang dekat pengemudi.

“Sementara 3-4 saksi kita periksa, termasuk sopir kernet dan juga penumpang yang berada di dua baris belakang sopir,” ujarnya saat wartawan hubungi pada Rabu, 18 Maret 2026.

BACA JUGA: Kecelakaan di Tol Semarang-Solo KM 440+400A, Dua Pemudik Asal Tangerang Dilarikan ke Rumah Sakit

Kecelakaan yang terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026 malam itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia, yakni sopir utama bus bernama Wahyu (32). Saat kejadian, korban tengah beristirahat setelah digantikan oleh sopir kedua.

Menurut Ahmad, korban memilih beristirahat di bagasi bus karena merasa lelah dan mengantuk. Nahas, saat kecelakaan terjadi, korban justru terjepit badan bus.

“Korban meninggal adalah sopir yang digantikan. Driver tersebut istirahat di bagasi, kemudian terjadi kecelakaan, alhasil kegencet badan bus,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan sementara, kecelakaan bermula saat dua unit bus melaju beriringan dari arah barat ke timur menuju Jawa Timur, dugaan kuat ke wilayah Kediri dan sekitarnya.

Bus pertama berhasil menghindari sebuah mobil pick up berwarna hitam yang sedang berhenti di bahu jalan karena kendala teknis. Namun, bus kedua yang berada di belakang tidak mampu menghindar.

“Bus tersebut melaju kencang di bahu kiri jalan. Bus di depannya bisa menghindar, tetapi bus kedua tidak dapat terhindarkan sehingga menabrak, lalu terguling melewati batas jalan dan masuk ke parit,” terang Ahmad.

Polisi menduga bus melaju dengan kecepatan tinggi di jalur yang tidak semestinya, yakni bahu jalan. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih didalami dan belum dapat disimpulkan.

“Dugaan awal yang jelas berkecepatan tinggi di jalur tidak semestinya. Untuk penyebab lain masih dalam pemeriksaan,” tegasnya.

33 Korban, Sebagian Sudah Dipulangkan

Insiden ini menyebabkan total 34 korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan 33 lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebagian korban telah keluarga jemput dan di pulangkan ke daerah asal.

“Saat ini yang masih di rawat sekitar 23 orang. Di RSUD ada sekitar 9 sampai 10 orang, dan di RS Bhakti Asih sekitar 13 orang. Sisanya sudah kembali ke daerah masing-masing,” kata Ahmad.

Ia menambahkan, mayoritas korban mengalami luka ringan, sementara kondisi sopir pick up dilaporkan cukup serius dan masih dalam penanganan medis sehingga belum bisa dimintai keterangan.

Polisi Fasilitasi Korban dan Imbau Pemudik

Polres Brebes sempat menawarkan fasilitas lanjutan perjalanan bagi para penumpang bus. Namun, sebagian besar korban memilih keluarga jemput.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyiapkan bus dinas untuk membantu mobilitas korban menuju daerah tujuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad turut mengimbau para pemudik agar lebih berhati-hati selama perjalanan, terutama di jalur tol.

“Kami imbau untuk selalu mengecek kondisi pribadi dan kendaraan. Pastikan juga mendapatkan informasi dari sumber terpercaya,” ujarnya.

BACA JUGA: Terungkap Identitas Korban Meninggal Dunia dari Kecelakaan di Tol Semarang–Solo

Ia juga mengenalkan layanan berbasis teknologi seperti aplikasi Si Polan untuk memantau kondisi arus lalu lintas, hingga program valet ride bagi pemudik roda dua dari Brebes menuju Semarang.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di tengah arus mudik Lebaran tersebut. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp