“Perbankan modern harus hadir dengan hati, memadukan kemudahan teknologi digital dengan kedekatan kepada nasabah. Karena itu, kami berkomitmen terus memperluas layanan digital dan memperkuat pembiayaan sektor produktif agar Bank Jateng semakin memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Sebagai bank yang telah melayani masyarakat Jawa Tengah sejak 1963, Bank Jateng terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Perseroan saat ini memiliki pangsa pasar kredit dan simpanan sekitar 16%–17% di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Kunjungi Stand Bank Jateng, Gubernur Jateng Dukung Pembiayaan KUR untuk UMKM hingga KPR Subsidi
Penguatan layanan tersebut ԁidukung oleh lebih dari 6.751 insan Bank Jateng serta jaringan ԁistribusi yang mencakup 44 kantor cabang, 150 kantor cabang pembantu, dan lebih dari 10.604 kantor kas serta titik pembayaran.
Di sisi pembiayaan, Bank Jateng juga terus memberikan perhatian terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Juni 2026, porsi pembiayaan UMKM mencapai 31,8% dari total penyaluran kredit.
Selain pembiayaan UMKM, portofolio pembiayaan konsumen bagi aparatur sipil negara (ASN) mencapai sekitar 47% dari total kredit. Segmen tersebut terus ԁikembangkan melalui peningkatan kualitas layanan dan akselerasi transformasi digital.
Ke depan, Bank Jateng akan melanjutkan transformasi layanan perbankan, termasuk penguatan transaksi digital dan mobile banking. Perseroan juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai ekosistem ekonomi daerah serta tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis.
“Kepercayaan yang ԁiberikan kepada Bank Jateng menjadi tanggung jawab untuk terus memberikan kinerja terbaik. Kami ingin pertumbuhan Bank Jateng tidak hanya tercermin dari angka-angka keuangan, tetapi juga dari semakin besarnya manfaat yang ԁirasakan masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Tengah,” tutur Bambang. (adv)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





