Pendidikan

Cegah Perundungan di Kabupaten Semarang, Polsek Tengaran Sosialisasi di Sekolah

×

Cegah Perundungan di Kabupaten Semarang, Polsek Tengaran Sosialisasi di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Polres Semarang melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsana), dalam mencegah perundungan di DN Sugihan 01, Desa/kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 13 Oktober 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)
Polres Semarang melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsana), dalam mencegah perundungan di DN Sugihan 01, Desa/kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa, 13 Oktober 2026. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Aksi bullying atau perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan. Terlebih mencuat usai kasus perundungan yang menyebabkan siswa SD meninggal dunia di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Merespons hal itu, sanggota Polsek Tengaran, Polres Semarang melaksanakan langkah preemtif melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsana).

Kegiatan itu terlaksana di SDN Sugihan 01, Desa/kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang dalam bentuk sosialisasi cegah perundungan.

“Kami dari Polsek Tengaran mengajak seluruh siswa di SDN Sugihan 01 agar menghindari dan bersama sama mencegah bullying,” kata Aipda Joko Purwanto, Selasa, 13 Oktober 2026.

BACA JUGA: Langkah Keluarga Aqib Siswa SD Korban Perundungan di Pemalang, Laporkan Kelalaian Kepsek ke Inspektorat

Menurutnya, apapun bentuknya perundungan tidak dibenarkan. Oleh karena dampaknya akan merugikan korban, baik secara fisik dan mental, serta dapat merusak kenyamanan lingkungan sosial.

Joko Purwanto mengatakan, jajaran kepolisian kembali menggencarkan sosialisasi bahaya dan pencegahan perundungan di sekolah- sekolah. Khususnya di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Tengaran.

Dalam sosialisasi itu, dia mengajak anak-anak untuk selalu menanamkan nila- nilai kebaikan. Selain itu saling menghormati, tidak menyakiti terhadap sesama teman di lingkungan sekolah.

“Saya ajak, apabila terjadi kesalahan pada temanya, maka siswa lain agar tidak langsung ikut menyalahkan. Selain itu jangan bahkan ikut menghukum secara fisik,” ucap dia.

BACA JUGA: Aqib Ungkap Ciri-ciri 3 Terduga Pelaku Perundungan, Ibu: Yang Ketiga Tunjuk Kaus Hitam 

Joko Purwanto berharap, sikap yang sama juga bisa siswa bawa dan praktekkan di luar lingkungan sekolah. Selain itu juga pada saat siswa berinteraksi dengan sesama anak di lingkungan masing- masing.

Siswa Harapanya Mau Melaoporkan Perundungan

Dia mengajak siswa, apabila mengetahui peristiwa perundungan, agar bisa segera melaporkanya kepada guru di sekolah. Selain itu bisa juga kepada orang tua agar bisa mendapat penanganan dengan baik.