“Membeli vitamin, rutin periksa dokter, dan memberikan makanan tambahan bergizi mungkin terlihat mahal. Tetapi hasil yang akan datang bisa jauh lebih mahal jika investasi itu tidak dilakukan,” ujarnya.
Edi mengingatkan, anak yang lahir dengan masalah kesehatan maupun mengalami gangguan pertumbuhan membutuhkan penanganan yang tidak sederhana.
Karena itu, pencegahan menjadi langkah yang lebih penting daripada menunggu masalah kesehatan muncul setelah kelahiran.
Stunting Tak Bisa Dicegah Setelah Bayi Lahir
Pandangan serupa Ketua POGI DIY, Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.O.G., Subsp. Urogin-RE sampaikan. Ia mengatakan pencegahan stunting harus mulai jauh sebelum bayi lahir.
Menurut Nurhadi, kondisi ibu selama kehamilan memiliki peran penting terhadap kesehatan dan pertumbuhan janin.
“Stunting tidak cukup di cegah ketika bayi sudah lahir. Upaya pencegahan harus dimulai sejak awal kehamilan melalui pemantauan kondisi ibu dan janin, pemenuhan nutrisi, serta persiapan kelahiran yang baik,” katanya.
Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial POGI Indonesia yang berjalan secara serentak di 36 kota di Indonesia.
Program itu sekaligus menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan organisasi sosial. (*)





