Materi tersebut mencakup pemanfaatan Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Pengetahuan tersebut diharapkan membantu para kader memberikan informasi yang tepat ketika masyarakat menghadapi persoalan keuangan, menemukan tawaran investasi mencurigakan, atau menjadi sasaran penipuan.
Dengan bekal itu, para DILAN diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman finansial masyarakat. Tetapi juga membantu warga mengenali risiko sebelum menggunakan produk maupun layanan keuangan.
Perempuan Muda Jadi Penggerak Literasi Keuangan Keluarga
Bendahara Umum Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, Ani Susanti, mengapresiasi kolaborasi dengan OJK untuk meningkatkan kecakapan finansial masyarakat melalui pemberdayaan kader perempuan muda.
Ani menegaskan, para kader harapannya mampu menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus membagikannya kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Melalui Program DI LAN Jateng, kita ingin mencetak kader-kader yang bukan hanya memahami literasi keuangan. Tetapi juga mampu mengedukasi keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” kata Ani.
Menurut dia, kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting bagi keluarga. Pemahaman yang baik dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, mengenali risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.
Untuk memperluas wawasan peserta, pelatihan juga menghadirkan materi mengenai perbankan syariah, pasar modal, reksa dana, jaminan kesehatan nasional, tabungan emas, kebanksentralan, dan sistem pembayaran.
Peserta juga mengikuti pelatihan komunikasi persuasif dan public speaking. Keterampilan ini penting agar para duta dapat menyampaikan edukasi keuangan secara efektif kepada berbagai kelompok masyarakat.
Gandeng Perbankan hingga Industri Jasa Keuangan
OJK turut melibatkan sejumlah lembaga dalam pelaksanaan pelatihan DI LAN Jateng. Narasumber berasal dari OJK, Bank Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, BPJS Kesehatan, PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah 1, PT Permodalan Nasional Madani, dan PT Pegadaian.
Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami beragam produk dan layanan keuangan, sekaligus mengenali manfaat, risiko, serta aspek pelindungan konsumen. (*)





