SEMARANG, beritajateng.tv – Dalam debat Capres keempat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengungkapkan hasil sensus BPS pertanian yang menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah rumah tangga petani gurem telah meningkat hingga hampir 3 juta.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa hasil sensus BPS pertanian kita bahwa sepuluh tahun terakhir ini telah terjadi jumlah petani rumah tangga gurem, rumah tangga petani gurem berjumlah hampir 3 juta. Ini artinya 16 juta rumah tangga petani hanya memiliki tanah setengah hektar. Sementara ada seseorang yang memiliki tanah 500 ribu hektar sebagai kekuasaan yang diberikan negara kepadanya,” ujar Muhaimin saat debat keempat di Jakarta Convention Center, Minggu, 21 Januari 2024.
Hasil pemeriksaan fakta mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 yang mencatat adanya 17.248.181 petani gurem. BPS mendefinisikan petani gurem sebagai perseorangan atau keluarganya yang terlibat dalam usaha pertanian dengan penguasaan lahan kurang dari 0,5 hektar.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Gibran Klaim Cadangan Nikel Indonesia Terbesar di Dunia, Benar Urutan Teratas?
Secara rinci, Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah petani gurem terbanyak, masing-masing mencapai 4,48 juta orang, 3,47 juta orang, dan 2,55 juta orang.
Namun, apabila dilihat dari persentase terhadap total petani pengguna lahan, Provinsi Papua Pegunungan mencatatkan persentase tertinggi, mencapai 99,13 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas petani pengguna lahan di Provinsi Papua Pegunungan termasuk dalam kategori gurem.
Data lanjutan terkait petani gurem
Romauli Panggabean, Lead Knowledge Generation Koalisi Sistem Pangan Lestari, mengonfirmasi sebagian kebenaran pernyataan Muhaimin. Menurutnya, jumlah petani gurem berdasarkan sensus pertanian 2023 mencapai sekitar 17 juta petani. Selama periode sepuluh tahun, terjadi peningkatan dari 14,25 juta menjadi 16,89 juta petani gurem.
“Dapat disimpulkan bahwa kepemilikan lahan pertanian semakin sempit, meskipun tidak dijelaskan secara rinci berapa luas tanah yang dimiliki setiap rumah tangga petani gurem,” ujar Romauli, Minggu, 21 Januari 2024.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Mahfud MD Sebut Proyek Food Estate di Indonesia Gagal dan Merugikan Negara, Benarkah?
Sementara itu, Kiagus M. Iqbal, seorang peneliti dari Sajogyo Institute, turut menyatakan bahwa jumlah petani gurem terus bertambah. Menurut hasil Sensus Pertanian BPS tahun 2023, total petani gurem meningkat dari 14.248.864 RTUP pada tahun 2022 menjadi 16.891.120 RTUP.
Dengan adanya data ini, kesimpulannya yakni pernyataan Muhaimin sebagian benar. Peningkatan jumlah petani gurem selama sepuluh tahun terakhir memperlihatkan tren kepemilikan lahan pertanian yang semakin terbatas. (*)





