SEMARANG, beritajateng.tv – Beredar sebuah video reels yang menunjukkan warga membakar logistik Pemilu yang berisi kotak dan surat suara. Adapun kejadian tersebut berada di Distrik Kebo, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah.
Video tersebut berasal dari platform sosial media Facebook yang diunggah pada 13 Februari 2024. Bersamaan dengan video itu, tertulis judul “Logistik Pemilu dibakar kecewa C1 KWK Hologram”.
Keterangan dalam video yang beredar tersebut menyebut bahwa alasan warga membakar logistik Pemilu adalah karena kecewa dengan formulir C1 yang palsu.
Video tersebut telah mendapat lebih dari 1.900 komentar netizen dan shares sebanyak 8.700 kali.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Guru Besar IPB Sebarkan Survei Independen Pemilu 2024
Lantas, benarkan warga di Distrik Kebo tersebut membakar logistik Pemilu 2024? Berikut hasil penelusurannya.
Hasil penelusuran video pembakaran logistik Pemilu
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut bahwa pembakaran logistik Pemilu itu terpicu dengan adanya informasi hoaks bahwa formulir C1 di dalam kotak suara adalah palsu.
Melansir dari Tempo.co, hasil penelusuran tim cek fakta mereka menyebut bahwa aksi pembakaran tersebut benar adanya dan terjadi di Distrik Kebo dan Distrik Yagai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin, 13 Februari 2024.
Selain itu, video identik juga pernah ada dalam Kompas.com pada 13 Februari 2024 dengan judul “Warga di Paniai Bakar Kotak Suara Pemilu, Kapolda Langsung Kirim Personel”.
Menurut Kompas.com, aksi pembakaran tersebut terjadi di Distrik Kebo dan Distrik Yagai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin, 13 Februari 2024. Logistik Pemilu yang massa bakar berupa kotak suara dan surat suara.
Video identik lainnya juga pernah ada di iNews ke YouTube pada 14 Februari 2024 berjudul, “Logistik Pemilu Dibakar di Paniai, Papua Tengah – SIP 14/02”.
Dugaan formulir C1 yang palsu
Melansir dari media yang berbasis di Papua, Jubi, KPU Papua Tengah mengatakan pembakaran tersebut karena ada dugaan informasi hoaks bahwa Formulir C1 di dalam kotak suara adalah palsu.
Warga menduga formulir C1 tersebut palsu karena tidak ada hologram seperti Pemilu 2014 dan 2019. Pada Pemilu 2024, ada pengubahan Formulir C1 KWK hologram dengan formulir C-hasil model Plano, Berita Acara dan Sertifikat Hasil serta C-Salinan.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Video Kemenangan Capres Prabowo di Malaysia pada 13 Februari 2024
Pihak KPU Paniai, Petrus Nawipa terkait dengan proses pemilihan pihaknya telah menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) termasuk simulasi dan juga menjelaskan tentang pergantian form yang sebelumnya dengan nama C1 – KWK yang kini berubah dengan empat jenis surat.
Dari keterangan di atas, dapat tersimpulkan bahwa video yang menunjukkan pembakaran logistik Pemilu karena adanya formulir C1 palsu adalah benar.
Warga menduga formulir C1 tersebut palsu karena tidak ada hologram seperti Pemilu 2014 dan 2019.
Padahal, formulir C1 di Pemilu 2024 memang tidak lagi menggunakan hologram, melainkan kode batang (barcode).
Referensi
https://cekfakta.com/focus/16036
https://www.facebook.com/reel/1804952589955036
Editor: Farah Nazila





