SEMARANG, beritajateng.tv – Komunitas Semarangker menyulap Gedung 1886 yang terletak di Jalan Kepodang nomor 23, Kawasan Kota Lama Semarang menjadi wahana rumah hantu. Wahana yang bertajuk Rumah Hantu Semarangker itu terbuka untuk umum selama lebih dari sebulan, 12 April hingga 28 Mei 2024.
Pamuji Yuwono, Ketua Semarangker menjelaskan, pihaknya sengaja menghadirkan kembali wahana rumah hantu. Salah satunya untuk hiburan setelah liburan Lebaran.
“Sekarang buka lagi setelah 8 tahun tidak mengadakan rumah hantu. Kali ini hadir di tempat yang benar-benar angker, bahkan sering membuat orang kesurupan kalau masuk,” katanya saat beritajateng.tv hubungi, Senin, 15 April 2024.
Ia menjelaskan, Semarangker sebelumnya juga pernah mengadakan acara serupa beberapa tahun yang lalu. Tepatnya, pada tahun 2015 dan 2016.
Saat itu, wahana rumah angker bertempat di Eks Hotel Sky Garden, Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Dahulu, wahana rumah hantu tersebut bernama TRIPLE S.
Selain berbeda penyebutan nama, lanjut Pamuji, waktu pelaksanaannya juga berbeda. Tahun 2016 wahana rumah hantu TRIPLE S berlangsung pada bulan Suro, sementara tahun ini pada bulan Syawal.
Pamuji menambahkan, nama asli dari gedung ini adalah Soesman’s Emigratie, Vendu en Commissie Kantoor. Sedangkan pada fasad sebelah utara terdapat tulisan Samarang 1866 yang konon menjadi tahun berdirinya bangunan ini. Bahkan, kini gedung tersebut lebih terkenal dengan nama Gedung Samarang 1886.
“Gedung Samarang 1886 ini gedung yang asli angker, lebih dari 1,5 abad dibangun dan sudah puluhan tahun gedung tersebut tidak berpenghuni,” jelasnya.
Rumah Hantu Semarangker gunakan talent dan properti
Lebih lanjut, lokasi Gedung Samarang 1866 juga sebelumnya pernah digunakan uji nyali, baik oleh Komunitas Semarangker maupun oleh YouTuber lainnya. Seperti Jurnal Risa (Risa Saraswati) dan Pesulap Merah (Marcel Radhival).
Sementara itu, untuk memeriahkan Rumah Hantu Semarangker, Pamuji menyebut pihaknya menggunakan talent dan properti yang tak kalah seram.
Sejumlah orang berdandan layaknya hantu lokal Indonesia seperti pocong, suster ngesot, kuntilanak, hingga sundel bolong.
Suasana angkernya jelas sudah tidak diragukan lagi. Pamuji menyebut, beberapa pengunjung bahkan mengalami kerasukan.
Meski begitu, pihaknya menyediakan sejumlah orang yang siap membantu pengunjung yang mengalami kendala.
“Rumah Hantu Semarangker menggunakan talent dan properti. Apabila melihat hantu, dedemit, danyang, anggap aja bonus. Terkadang mereka ingin eksistensinya diakui manusia,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





