SEMARANG, beritajateng.tv – Tren #InThisEconomy yang ramai di media sosial menggambarkan perubahan cara masyarakat mengatur pengeluaran di tengah tekanan ekonomi.
Bagi sebagian pekerja muda, kenaikan harga kebutuhan sehari-hari membuat pengelolaan keuangan semakin ketat, bahkan harus mengorbankan sejumlah pengeluaran yang sebelumnya menjadi bagian dari rutinitas. Tak terkecuali bagi pekerja muda di Kota Semarang.
Penghematan tak lagi sebatas mengurangi anggaran untuk nongkrong di kafe, menonton konser, atau mengikuti event berbayar. Pemenuhan kebutuhan pokok pun ikut mereka siasati, mulai dari memilih tempat belanja yang lebih murah, berburu barang ԁiskon, hingga mengatur ulang jumlah belanja bulanan agar pengeluaran tetap sesuai dengan kemampuan finansial.
Kondisi tersebut ԁirasakan Fauzi (29), yang mulai memperketat pengeluaran sejak pertengahan 2026. Ia mengaku pendapatannya menurun setelah industri tempatnya bekerja terdampak kebijakan pemerintah pusat.
Di sisi lain, pengeluaran sehari-hari tetap harus berjalan, sementara harga berbagai kebutuhan dan hiburan yang ԁiminatinya juga ԁirasakan meningkat.
“Setengah tahun pertama rasanya masih normal, terus ternyata industri tempatku bekerja terdampak kebijakan pemerintah pusat. Akhirnya, itu berdampak pada penurunan pendapatan. Di sisi lain, pengeluaran yang kita butuhkan tetap sama, bahkan harga-harga bahan pokok maupun di luar bahan pokok seperti konser dan event race naik semua,” ujar Fauzi saat beritajateng.tv hubungi Minggu, 1 November 2026 sore.
Perubahan tersebut membuatnya harus mengevaluasi kembali anggaran untuk gaya hidup. Salah satu yang paling terasa adalah berkurangnya pengeluaran untuk menonton konser dan mengikuti lomba lari berbayar yang merupakan hobi sekaligus pelepas penatnya.
Fauzi mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya ia bisa menonton konser K-Pop hingga dua kali dalam setahun. Namun, tahun ini ia hanya sempat menonton satu konser pada awal tahun.
Kebiasaan mengikuti lomba lari di berbagai kota juga terpaksa ia hentikan sementara. Jika sebelumnya ia bisa mengikuti hingga tiga event half marathon dalam setahun, tahun ini ia memilih tidak mendaftar lomba berbayar.





