Dia mengaku semula menyambut baik kedatangan Ganjar. Selain memberi bantuan sembako, ponsel, dan mainan anak, Ganjar saat itu menyatakan keinginannya untuk membedah rumah Fajar yang reyot. Karena rumah Fajar berdiri diatas tanah bengkok dan tidak bisa dibedah menggunakan program Rumah Tak Layak Huni (RTLH), Ganjar menjanjikan akan menggunakan dana pribadi. Di akhir kunjungan, dia juga berjanji memberikan peralatan cuci motor.
Fajar merasa kondisi kemiskinannya yang dieksploitasi tersebut merendahkan martabat partai. Rabu (12/1/2022), Fajar akhirnya memutuskan mengembalikan bantuan yang telah diterimanya melalui kelurahan. Dia memilih ke kelurahan karena tidak tahu harus mengembalikan kemana bantuan yang diterima.
Akibat kejadian tersebut, Fajar juga memutuskan tak akan menerima bantuan bedah rumah maupun peralatan cuci motor yang dijanjikan Ganjar.
“Setelah kejadian itu (bantuan) tidak akan saya terima, saya terpukul,” tandasnya.
Dia menambahkan, pengembalian bantuan tersebut dilakukan atas inisiatif sendiri, tanpa dorongan dari pihak manapun. “Ini langkah dari hati saya sendiri, tanpa dorongan. Saya kan harus tegak lurus sama partai,” ungkapnya.
Hingga Rabu (12/1/2022) malam, dia juga mengaku belum berkomunikasi maupun dihubungi oleh pihak Ganjar.
Sebelumnya Ganjar Pranowo datang ke rumah Fajar di sela kunjungan kerjanya, Minggu (9/1/2022). Ganjar datang karena mengaku mendengar kabar bahwa Fajar yang merupakan kader PDI Perjuangan itu hidup serba kekurangan.
Selain silaturahmi, kedatangan Ganjar ke rumah Fajar adalah untuk memberikan bantuan. Ia datang dengan membawa sembako yang diberikan pada keluarga Fajar. Selain itu, Ganjar juga berniat membantu renovasi rumah yang ditempati Fajar dan keluarga.
“Kalau boleh dibangun, nanti saya bantu. Mas Fajar izin saja, karena tidak bisa dibantu lewat RTLH, maka saya yang bantu. Nanti kalau boleh langsung diperbaiki biar njenengan sama keluarga nyaman,” kata Ganjar. (RI)





