Gaya Hidup

Cerita Fajar Purwoto Koleksi 375 Benda Pusaka, Sebut Tak Pernah Beli Keris Tapi Datang Sendiri

×

Cerita Fajar Purwoto Koleksi 375 Benda Pusaka, Sebut Tak Pernah Beli Keris Tapi Datang Sendiri

Sebarkan artikel ini
Cerita Fajar Purwoto Koleksi 375 Benda Pusaka, Sebut Tak Pernah Beli Keris Tapi Datang Sendiri
Eks Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto menunjukkan koleksi keris dan benda pusaka yang ia miliki di kediamannya Ngaliyan Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan keris dan benda pusaka terpajang rapi di etalase rumah Fajar Prawoto, mantan Kepala Satpol PP Kota Semarang.

Hal ini tampak saat BeritaJateng.TV menyambangi kediamannya yang terletak di Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan.

Beragam koleksi benda pusaka dan keris itu tersimpan di lemari khusus yang terletak di beberapa tempat. Ada yang di ruang samping garasi hingga lemari khusus yang berada di lantai dua.

Berbagai keris ia simpan di lemari kaca, mulai dari keris Sunan Kalijaga, Ratu Pantai Selatan, Nogososro Sabuk Inten, dan sebagainya.

BACA JUGA: Video Mantan Pejabat Pemkot jadi Pawang Hujan Usai Pensiun – Fajar Purwoto

“Kalau ini, selalu saya pegang saat jadi Kasatpol PP. Orang yang tidak tahu, dikira ini tongkat komando, tongkat Kasatpol, karena Kasatpol itu kan pasti pakai tongkat, tapi saya selalu bawa ini. Namanya enggak saya sampaikan, nanti biar yang tahu bisa nyebut sendiri, karena ini kan naga makan bumi itu,” kata Fajar menunjukkan kerisnya.

Fajar mengungkapkan mulai mengoleksi keris sejak tahun 2004, saat masih menjabat sebagai Camat Gayamsari.

Ia menjelaskan, tidak pernah membeli keris, melainkan selalu ada jalan untuk mendapatkan keris yang ia inginkan. Menurutnya, keris yang ia inginkan saat itu adalah Nogososro Sabuk Inten.

“Jadi saya enggak beli. Cuma kepengin keris Nogo Sasro Sabuk Inten, tahu-tahu ada bayangan. Nah, akhirnya beberapa hari saya transfer di pohon itu loh. Terus ngajak temen. ‘Mas, kae ono kerise tolong di jikuk’. Akhirnya muncul,” katanya mengingat.

Gak Pernah Beli, Selalu Datang Sendiri

Seiring berjalannya waktu, Fajar mengakui bahwa ia sering mendapatkan keris dalam jumlah yang bervariasi. “Seminggu kadang dapat dua, dapat tiga, kadang juga bisa sampai delapan,” sebutnya.

Fajar menyebutkan, saat ini ia telah memiliki sebanyak 375 keris. Keris ia miliki itu pun bervariasi, mulai luk 3 sampai luk 21. Ia juga menyebut memiliki keris lurus.

Ratusan keris yang ia miliki itu ia dapatkan dari sekitar rumahnya.

“Saya mengambil keris enggak pernah jauh: di dekat rumah ini semua; di depan rumah. Karena nek kok iso ‘kok bisa?’ Karena saya ke ‘panggonan’. Ke ‘panggonan’ berarti mau keris apapun, eh datang, pasti mau ikut saya,” akunya.

Dia melanjutkan, meskipun ada yang beranggapan bahwa keris tidak memiliki nilai, ia percaya bahwa bagi pecinta keris, benda ini sangat bernilai.

“Kalau bicara nilai, itu keris dibilang tidak ada nilainya, tapi juga bisa juga bernilai miliaran bagi yang suka. Karena kan rangkanya itu kadang diberi lapis emas itu loh. Nah, terus seperti ini. Ini sini dikasih berlian. Itu yang bikin mahal,” terangnya.

Fajar di sisi itu juga memberikan pandangannya tentang khodam yang sering dikaitkan dengan keris.

“Kalau orang bicara apakah itu adalah khodamnya? Ya tergantung orang penilainya juga. Kalau orang percaya ada ya ada, kalau enggak ya enggak. Yang penting kita kembali bahwa semua itu milik Allah,” tegasnya.

Fajar mengungkapkan, lebih menganggap keris-keris ini sebagai upaya untuk nguri-nguri budaya Jawa.

Ia menekankan pentingnya melestarikan budaya bagi generasi muda. “Kita ini kan besar di tanah Jawa. ‘Aja sampai wong Jawa iki hilang Jawane’. Keris ini kan terbuat sekitar 5 Masehi, zaman Keraton,” ujarnya.

Ia pun berharap agar generasi Z tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami dan menghargai warisan budaya seperti keris.

“Cucu saya kalau ke sini saya suruh dolanan (keris) dan mereka ngambil sendiri di atas itu. Megangi, dilihati, enggak ada apa-apanya,” tuturnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp