Gaya Hidup

Cerita Pemilik Anabul, Kucing Gemas dengan Ikatan Emosional Seperti Anak Sendiri

×

Cerita Pemilik Anabul, Kucing Gemas dengan Ikatan Emosional Seperti Anak Sendiri

Sebarkan artikel ini
kucing flat nose
Dewi (baju hijau) saat menggendong Kimmy, kucing jenis flat nose yang mencuri perhatian saat berada di Atrium Mall Queen City Mall Semarang, Sabtu, 18 Juli 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Menggendong, mengusap bulu, hingga memastikan makanan dan kesehatannya tetap terjaga. Pemandangan itu terlihat hampir di setiap sudut Paws & Play Pets Festival 2026 di Queen City Mall Semarang.

Festival pecinta hewan ini bukan hanya menjadi ajang memamerkan anabul, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah hangat para pemilik yang rela mengeluarkan waktu, tenaga, hingga biaya jutaan rupiah demi hewan kesayangan yang telah mereka anggap sebagai anak dan keluarga sendiri.

Salah satunya dirasakan Dewi, warga Semarang Timur yang untuk pertama kalinya mengikuti festival bersama kucing kesayangannya, Kimmy.
Ia mengaku sengaja datang karena ingin mengajak anaknya berlibur sekaligus mengenalkan suasana baru kepada sang anabul.

“Baru pertama kali ikut event seperti ini. Sengaja sekalian buat rekreasi sama anak di rumah,” ujar Dewi saat beritajateng.tv temui di lokasi pada Sabtu, 18 Juli 2026.

BACA JUGA: Kisah Asih Pahami Bahasa Hati Hewan, Dari Rescue Kucing Terlantar hingga Jadi Animal Communicator

Meski baru pertama kali mengikuti festival, Kimmy ternyata sudah terbiasa diajak bepergian sehingga tidak terlihat stres berada di tengah keramaian.

“Dia memang anteng dari rumah. Diajak jalan-jalan juga anteng, hobinya malah tidur,” kata Dewi sambil tersenyum.

Di rumah, Dewi memelihara dua ekor kucing berjenis flat nose. Salah satunya memiliki sifat yang sangat aktif, sementara Kimmy yang diajak ke festival justru berkarakter tenang dan mudah beradaptasi.

Perawatan Anabul Bukan Soal Nominal

Dewi mengatakan, kucing jenis flat nose miliknya mendapat perhatian penuh setiap hari. Selain makan dua kali sehari, ia rutin memberikan daging, vitamin, suplemen minyak ikan, hingga obat cacing setiap bulan.

Menurutnya, menjaga kesehatan pencernaan menjadi hal penting agar nutrisinya benar-benar terserap tubuh. Meski membutuhkan biaya rutin setiap bulan, Dewi mengaku tidak pernah menghitung pengeluaran untuk kedua kucingnya.

“Kalau buat mereka enggak ada hitung-hitungan. Sudah seperti keluarga sendiri, seperti anak sendiri. Jadi enggak pernah merasa terbebani mengeluarkan apa pun buat mereka,” ungkapnya.

Datang Demi Bertemu Kucing Viral

Cerita lain datang dari Widya, wanita 25 tahun asal Genuk pemilik tujuh ekor kucing yang hadir ke festival karena ingin bertemu langsung dengan Emma, kucing yang belakangan viral di medsos.

Baginya, melihat kucing viral secara langsung memberikan pengalaman berbeda daripada hanya melihat melalui layar ponsel.

“Emma lagi ramai di sosmed. Jadi sekalian ke sini buat ketemu langsung,” katanya.

Widya sendiri datang bersama Zzar, kucing kampung berusia hampir dua tahun. Meski bukan ras premium, Zzar menjadi kesayangan keluarga karena memiliki karakter yang unik.

Menurut Widya, setelah menjalani sterilisasi, Ian berubah menjadi jauh lebih tenang.

“Dulu suka berontak, sekarang lebih kalem. Kayak anak remaja yang mulai dewasa,” ujarnya.

Pelihara 7 Kucing di Rumah

Di rumah, Widya memelihara tujuh ekor kucing dari berbagai jenis, mulai dari kucing kampung, munchkin hingga anggora. Ia mengaku setiap jenis memiliki karakter dan kebutuhan berbeda.

Khusus kucing kampung, menurutnya, cenderung tidak pilih-pilih makanan dan memiliki daya tahan tubuh lebih baik.

Namun jika ada satu kucing yang sakit, ia langsung memisahkannya agar tidak menularkan penyakit kepada kucing lain.

“Kalau kelihatan sakit langsung diisolasi, lalu dibawa ke dokter. Jangan coba-coba kasih obat warung karena mereka bukan manusia,” tegasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tujuh anabul tersebut, Widya mengaku mengeluarkan biaya sekitar Rp1,5 juta setiap bulan hanya untuk makanan. Angka itu belum termasuk biaya pengobatan apabila ada kucing yang sakit.

BACA JUGA: Jadi Tersangka, Pelaku Tendang Kucing Viral di Blora Terancam 1 Tahun Penjara

Di balik tingkah menggemaskan para anabul, tersimpan kisah tentang hubungan emosional yang kuat antara pemilik dan hewan peliharaan mereka.

Festival seperti ini pun menjadi ruang bagi para pencinta hewan di Semarang untuk saling berbagi pengalaman, bertukar pengetahuan mengenai perawatan anabul, hingga akhirnya bertemu langsung dengan kucing-kucing yang selama ini hanya dikenal lewat media sosial. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp