SEMARANG, beritajateng.tv – Kali ini beritajateng.tv akan membagikan sebuah informasi contoh khutbah Jumat bertemakan keluarga harmonis.
Sebuah tema yang mengangkat isu konflik permasalahan yang sering terjadi dalam rumah tangga. Karena setiap rumah tangga akan mendapati ujiannya masing-masing sesuai dengan kemampuannya.
Nah, untuk membangun sebuah keluarga harmonis memanglah tidak mudah. Kedua sepasang suami istri perlu saling kompak dalam mewujudkan hal tersebut.
Melalui informasi berikut, khatib bisa sampaikan kepada para jamaah sholat Jumat bagaimana tips supaya bisa menciptakan keluarga yang harmonis.
Khutbah Jumat: Keluarga Harmonis
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا سُبُلَ السّلَامِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الْكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، ذُو الْجَلَالِ وَالْإكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى اٰلِه وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الْإِخْوَانِ، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي اْلقُرْاٰنِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ، يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. وَقَالَ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ
Keluarga yang rukun, damai, dan saling mendukung merupakan dambaan setiap orang. Kehidupan berkeluarga pada dasarnya terikat melalui sebuah pernikahan.
BACA JUGA: Doa Sepulang dari Tanah Suci Melakukan Ibadah Haji, Lengkap dengan Artinya
Lalu kemudian berkembang dengan kehadiran anak sebagai penerus sekaligus harapan yang telah mereka impikan sejak awal membangun rumah tangga.
Keharmonisan dalam keluarga tidak hadir begitu saja, melainkan harus tercipta melalui usaha yang berkelanjutan. Kebahagiaan rumah tangga merupakan buah dari berbagai ikhtiar, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah.
Gambaran keluarga yang bahagia dapat terlihat ketika kebutuhan nafkah terpenuhi.
Setiap anggotanya Allah SWT mampukan dalam berbuat kebaikan, mampu menghadapi persoalan rumah tangga dengan bijaksana, serta senantiasa terdorong untuk menjalankan kewajiban kepada Allah SWT sesuai tuntunan syariat.
Selain itu, keluarga juga akan mendapatkan kemudahan untuk membantu sesama yang membutuhkan dan Allah SWT anugrahi keturunan yang saleh serta salehah.
Itulah sebagian ciri keluarga yang penuh kebahagiaan. Seluruh kondisi tersebut tidak terwujud secara instan, melainkan melalui kesungguhan dan usaha yang terus berlangsung.
Allah SWT telah menjelaskan bahwa manusia tercipta secara berpasang-pasangan agar dapat merasakan ketenangan, ketenteraman, dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan.
Keluarga Harmonis
Keharmonisan rumah tangga pun dapat terus terjaga apabila dibangun di atas fondasi yang kuat. Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mawaddah (cinta kasih) dan rahmah (kasih sayang) merupakan dua unsur utama yang menjadi penopang keharmonisan keluarga. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui ikatan pernikahan yang sah sesuai dengan ajaran agama.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah, keluarga merupakan amanah yang harus senantiasa dipelihara. Seorang suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk membimbing istri dan anak-anaknya serta menjadi teladan dalam sikap maupun perilaku.
Rasulullah SAW telah memberikan contoh terbaik tentang bagaimana memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang, meskipun beliau memiliki kesibukan yang sangat padat.
BACA JUGA: Berikut 3 Tatakrama Melaksanakan Ibadah Haji, Lengkap dengan Doanya
Kita mengetahui bahwa Rasulullah SAW mengemban berbagai tanggung jawab besar, mulai dari memimpin pemerintahan, memimpin pasukan, menegakkan hukum, menerima tamu dan utusan dari berbagai daerah, mengajarkan ilmu kepada para sahabat, menerima wahyu, menyebarkan dakwah Islam, hingga mengirim surat kepada para raja dan pemimpin berbagai negeri.
Meski demikian, kesibukan tersebut tidak membuat beliau mengabaikan keluarganya. Rasulullah SAW tetap memberikan perhatian kepada istri, anak-anak, cucu, serta anak-anak di sekitarnya.
Beliau dikenal sebagai sosok pelindung yang penuh kelembutan, kasih sayang, dan tanggung jawab terhadap keluarga.
Jamaah shalat Jumat rahimakumullah, marilah kita meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
Luangkanlah waktu untuk berkumpul bersama keluarga, meskipun di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Waktu yang singkat sekalipun dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kebersamaan, seperti berbincang, bermain bersama anak, mencari solusi atas persoalan keluarga, menikmati makan bersama, atau melakukan kegiatan sederhana lainnya yang dapat mempererat hubungan dan menumbuhkan kasih sayang di dalam rumah tangga.
Demikianlah contoh khutbah jumat yang bisa khatib sampaikan kepada para jamaah sholat Jumat tentang bagaimana keluarga harmonis. (*)





