Jateng

Cuaca Ekstrem Hantam Jawa Tengah, Sejumlah Objek Wisata Ditutup Sementara

×

Cuaca Ekstrem Hantam Jawa Tengah, Sejumlah Objek Wisata Ditutup Sementara

Sebarkan artikel ini
Jalan Provinsi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 15 Januari 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Jawa Tengah terdampak bencana hidrometeorologi sepanjang Januari 2026.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) menegaskan penutupan dilakukan secara selektif, dengan mengutamakan keselamatan pengunjung.

Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan kebijakan buka-tutup DTW dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan dan risiko di lapangan.

“Secara umum mereka masih berusaha karena itu termasuk mata pencaharian. Tetap kita berusaha untuk dibuka. Namun jangan sampai keselamatan pengunjung terabaikan,” ujar Hanung saat beritajateng.tv temui di PO Hotel, Kota Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.

BACA JUGA: Bencana Jateng Tambah Banyak Tiap Tahun, BPBD: Tak Cukup Kalau Cuma Andalkan APBD

Ia menegaskan, DTW yang ternilai berbahaya akibat bencana tutup sementara, sementara area yang masih aman dapat buka secara terbatas. Hanung menambahkan, evaluasi keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

“Yang langsung terkena, yang parah, itu kita tutup. Area yang berbahaya tetap ditutup, tapi yang masih bisa dibuka ya tetap dibuka. Evaluasinya jelas dari HSE, keselamatan pengunjung. Jangan sampai pengunjung masuk ke area berbahaya,” ujarnya.

Pancuran 13 Guci Rusak, Hanung Tegaskan Perlunya Penataan Ulang

Hanung mengungkap, salah satu DTW yang terdampak cukup signifikan adalah Kawasan Wisata Guci di Kabupaten Tegal akibat banjir bandang Sungai Gung pada 24 Januari 2026. Ia menyebut, kerusakan terparah terjadi di Pancuran 13.

“Wisata Guci secara umum tetap buka secara terbatas, tapi hati-hati karena masih dalam pembersihan dan renovasi. Pancuran 13 itu rusak, nanti harus ada penataan ulang,” kata Hanung.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif yang beritajateng.tv terima pada Kamis, 29 Januari 2026 malam, banjir bandang di Guci menyebabkan tiga jembatan penyeberangan hanyut dan saluran pipa air hangat rusak.

Sejumlah DTW di kawasan tersebut tutup, antara lain Pancuran 13, Kolam Barokah, Pancuran 5, Kolam Guciku, Kolam GTA, dan Serwiti Paradise.

Obyek Wisata di Banyumas hingga Magelang Masih Berlakukan Sistem Buka-Tutup

Selain Kabupaten Tegal, DTW di sejumlah daerah lain juga terdampak bencana.

Di Kabupaten Banyumas, banjir bandang Sungai Kali Pangkon pada 24 Januari 2026 berdampak pada Lokawisata Baturraden. Kerusakan infrastruktur menyebabkan sejumlah DTW tutup sementara. Antara lain Telaga Sunyi Palawi, Curug Bayan, Curug Tirta Sela Palawi, Curug Cipendok Palawi, Curug Jenggala, Curug Pinang, Curug Telu, Curug Ceheng, Curug Juneng, dan Damar Payung River Tubing.

Sementara itu, di Kota Magelang, angin ribut melanda kawasan Tempat Ziarah Gunung Tidar pada 24 Januari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat orang luka dan satu orang meninggal dunia akibat pohon pinus roboh. Pengelola menerapkan sistem buka-tutup menyesuaikan kondisi cuaca.

Di Kabupaten Magelang, longsor dan angin ribut terjadi di Air Terjun Kedung Kayang pada 24 Januari 2026, menyebabkan tiga orang luka dan satu pohon spot foto tumbang. Spot foto tutup sementara.

Bencana juga berdampak pada DTW di Kabupaten Pati. Jalan longsor di dalam area Waduk Gunungrowo pada 14 Januari 2026 mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan. Akses hanya bisa kendaraan roda dua lalui, namun tidak memengaruhi kunjungan wisatawan karena aktivitas terpusat di sekitar pintu air.

Di Kabupaten Semarang, penahan enceng gondok di DTW Bukit Cinta, Danau Rawa Pening, hanyut terbawa arus pada 8 Januari 2026. Penahan tersebut akan dibangun kembali untuk mendukung venue lomba dayung PORPROV Jawa Tengah XVII 2026.

Sementara di Kabupaten Wonosobo, sejumlah DTW terdampak angin kencang dan longsor. Di Dieng Plateau Theater, dua kios tertimpa pohon tumbang pada 25 Januari 2026.

Longsor juga terjadi di puncak Gunung Kembang pada 1 Januari 2026, meski tidak berada di jalur pendakian. Selain itu, tanah longsor di Jalan Lingkar Sumbing menyebabkan jalan tutup selama satu bulan untuk renovasi dan penataan pedagang.

Di Kabupaten Cilacap, angin kencang melanda Pantai Sodong pada 24 Januari 2026, menyebabkan satu warung tertimpa pohon. Aktivitas wisata tetap berjalan, meski jumlah pengunjung menurun.

BACA JUGA: Tanah Longsor Dominasi Bencana di Semarang Sepanjang 2025, BPBD Catat 160 Kejadian

Sementara di Kabupaten Kudus, bencana terjadi di beberapa DTW. Tanah longsor di Kawasan Makam Sunan Muria pada 9 Januari 2026 merusak dua unit mobil dan jembatan dekat portal masuk kawasan makam. Akses jalan hanya dapat terlalui mobil kecil dan elf.

Banjir juga melanda Wisata Kedung Gong di Rahtawu serta Wisata Mbalong Sangkal Putung Kesambi. Sementara longsor di Air Tiga Rasa Rejenu, Desa Japan, pada 17 Januari 2026 memutus total akses dan merusak jaringan air bersih warga.

Hanung Ungkap Keselamatan Pengunjung jadi Syarat Utama Pembukaan Objek Wisata

Lebih jauh, Hanung menegaskan DTW yang terdampak bencana wajib diperbaiki sebelum kembali dibuka.

“Yang penting, kalau yang terkena bencana harus diperbaiki. Karena kenyamanan dan keselamatan pengunjung itu yang jadi utama. Kalau tidak diperbaiki, ya tidak diperkenankan untuk dibuka,” tegasnya.

Ia mengimbau pengelola dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp